Stok BBM Kosong di SPBU Swasta, Wamen ESDM Tepis Dugaan Monopoli
Rabu, 10 September 2025 - 18:41 WIB
loading...
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung membantah adanya dugaan praktik monopoli dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan kelangkaan di sejumlah SPBU swasta. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung membantah adanya dugaan praktik monopoli dalam distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan kelangkaan di sejumlah SPBU swasta . Pernyataan ini disampaikan menanggapi munculnya penyelidikan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait potensi praktik monopoli dalam distribusi BBM.
Yuliot menegaskan, situasi yang terjadi lebih kepada upaya penataan sektor energi. "Coba tanyakan ke KPPU. Ini adalah dalam rangka penataan," kata Wamen Yuliot dijumpai di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Ia menegaskan, bahwa pemerintah tengah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, pihak terkait akan segera dikumpulkan untuk mencari solusi dari kelangkaan BBM ini.
Baca Juga: Stok BBM di SPBU Shell Masih Kosong, Berikut Info Soal Ketersediaannya
"Siang ini kita juga akan duduk bersama dengan badan usaha, juga dengan Pertamina, bagaimana untuk menyelesaikan permasalahan kelangkaan," ujar Yuliot.
Terkait dampak terhadap operasional SPBU swasta, yang mengalami kesulitan suplai hingga terpaksa berhenti beroperasi, Wamen ESDM memastikan pemerintah akan segera menyelesaikannya. "Ini kita akan selesaikan cepatnya," tegas Yuliot singkat.
Sebelumnya pemerintah membuka opsi bagi SPBU swasta untuk melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari PT Pertamina (Persero) guna mengatasi potensi kelangkaan pasokan yang terjadi di sejumlah lokasi.
Baca Juga: SPBU Swasta Kehabisan Stok BBM, Bahlil Tepis Kabar Tak Berikan Kuota Impor
Diterangkan pemerintah telah memberikan tambahan kuota impor BBM sebesar 10% untuk pihak swasta pada tahun 2025 di atas baseline 100% dari kuota impor pada 2024. Dengan demikian, total kuota impor untuk swasta pada 2025 mencapai 110%.
Yuliot menegaskan, situasi yang terjadi lebih kepada upaya penataan sektor energi. "Coba tanyakan ke KPPU. Ini adalah dalam rangka penataan," kata Wamen Yuliot dijumpai di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Ia menegaskan, bahwa pemerintah tengah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, pihak terkait akan segera dikumpulkan untuk mencari solusi dari kelangkaan BBM ini.
Baca Juga: Stok BBM di SPBU Shell Masih Kosong, Berikut Info Soal Ketersediaannya
"Siang ini kita juga akan duduk bersama dengan badan usaha, juga dengan Pertamina, bagaimana untuk menyelesaikan permasalahan kelangkaan," ujar Yuliot.
Terkait dampak terhadap operasional SPBU swasta, yang mengalami kesulitan suplai hingga terpaksa berhenti beroperasi, Wamen ESDM memastikan pemerintah akan segera menyelesaikannya. "Ini kita akan selesaikan cepatnya," tegas Yuliot singkat.
Sebelumnya pemerintah membuka opsi bagi SPBU swasta untuk melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari PT Pertamina (Persero) guna mengatasi potensi kelangkaan pasokan yang terjadi di sejumlah lokasi.
Baca Juga: SPBU Swasta Kehabisan Stok BBM, Bahlil Tepis Kabar Tak Berikan Kuota Impor
Diterangkan pemerintah telah memberikan tambahan kuota impor BBM sebesar 10% untuk pihak swasta pada tahun 2025 di atas baseline 100% dari kuota impor pada 2024. Dengan demikian, total kuota impor untuk swasta pada 2025 mencapai 110%.
(akr)
Lihat Juga :