India Desak Reformasi Perdagangan BRICS, Trump Beri Peringatan Keras

Kamis, 11 September 2025 - 07:35 WIB
loading...
A A A
Situasi ini semakin pelik setelah Trump memberlakukan tarif tinggi terhadap India. Amerika Serikat menetapkan tarif hingga 50 persen pada sejumlah produk India, jauh lebih besar dari tarif 30 persen yang dikenakan pada barang asal China. Kebijakan itu, menurut analis, memberi tekanan tambahan bagi posisi India dalam negosiasi perdagangan BRICS.

Penasihat dagang Trump, Peter Navarro, bahkan melontarkan peringatan keras. Ia menyebut kebijakan tarif India terhadap AS sebagai yang tertinggi di dunia dan memperingatkan langkah India berpotensi membawa konsekuensi buruk. "Jika India tidak bekerja sama dengan AS dalam pembicaraan dagang baru, itu tidak akan berakhir baik," katanya.

Navarro juga menyoroti kedekatan India dengan Rusia dan China. Ia mengingatkan bahwa peningkatan impor minyak dari Moskow, yang sebelumnya sangat minim sebelum perang Ukraina, menunjukkan arah kebijakan India yang bisa memperkuat poros BRICS di luar kepentingan Washington. "Jika India tetap sejalan dengan Rusia dan China, itu tak akan berakhir baik bagi India," ujarnya.

Lebih jauh, Navarro bahkan menyebut negara-negara BRICS sebagai "vampir" yang menguras pundi-pundi Amerika melalui praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. “Tak satu pun negara ini bisa bertahan tanpa menjual ke Amerika Serikat,” katanya menegaskan.

Presiden China Xi Jinping merespons dengan mengingatkan bahaya perang dagang. Menurut dia, kebijakan tarif sepihak hanya akan merusak tatanan perdagangan global. "Perang dagang dan tarif yang dilancarkan oleh satu negara telah mengganggu ekonomi dunia dan merusak aturan perdagangan internasional," ujar Xi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Rekomendasi
Menginap di Hotel Ini...
Menginap di Hotel Ini Dapat Bonus Spa hingga Merchandise Eksklusif
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
Donald Trump Ancam BRICS...
Donald Trump Ancam BRICS Jika Tinggalkan Dolar Amerika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved