Benarkah Industri Hulu Migas Indonesia Mendekati Senja Kala?

Kamis, 11 September 2025 - 09:38 WIB
loading...
Benarkah Industri Hulu...
Peluncuran buku M. Kholid Syeirazi berjudul Senjakala Industri Migas? Migas & Pembangunan Indonesia, 1899–2023 di Jakarta, Rabu (11/9). FOTO/Tangguh Yudha
A A A
JAKARTA - Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat penurunan produksi minyak bumi yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Kondisi ini berpotensi memperbesar ketergantungan impor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM), sementara tekanan untuk beralih ke energi baru dan terbarukan semakin besar.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan realisasi produksi siap jual (lifting) minyak bumi pada 2024 mencapai 579.700 barel per hari (BOPD). Angka ini menurun dibandingkan capaian 2022 sebesar 612.300 BOPD dan 605.000 BOPD pada 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kondisi lapangan migas yang sudah tua dan menurunnya produksi secara alamiah.

Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M. Kholid Syeirazi, menilai kondisi tersebut menuntut adanya rekonstruksi kelembagaan dan reformulasi kebijakan fiskal agar industri migas nasional kembali kompetitif dan mampu mendukung ketahanan energi.

"Kondisi migas kita saat ini terus menurun, sehingga diperlukan langkah reformulasi desain kelembagaan dan fiskal agar target produksi dapat tercapai," ujar dia saat peluncuran bukunya berjudul "Senjakala Industri Migas? Migas & Pembangunan Indonesia, 1899–2023" di Jakarta, Rabu (11/9).

Baca Juga: PHR Zona 4 Catat Rekor Produksi Minyak Tertinggi 30 Ribu Barel per Hari

Sejalan dengan itu, Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Edi Karyanto, menyampaikan industri migas sedang mengupayakan berbagai strategi untuk meningkatkan produksi. Di antaranya melalui eksplorasi wilayah baru (greenfield), penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), serta pengembangan minyak non-konvensional (MNK).

"Kami sudah mulai melakukan pengeboran minyak non-konvensional di Rokan dengan dua sumur yang telah dibor. Teknologinya memang masih mahal, namun kami telah membuktikan adanya hidrokarbon di sana," kata Edi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
Putin Peringatkan Produksi...
Putin Peringatkan Produksi Minyak Teluk bisa Berhenti Total dalam Sebulan
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Tanyakan Soal Tarif Dagang dan Dampak Perang Timteng
Nasib 60.000 Barel BBM...
Nasib 60.000 Barel BBM Pertamina yang Ditolak Halus SPBU Swasta
Rekomendasi
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Mama Firda Bagikan 5...
Mama Firda Bagikan 5 Tips Membuat Konten Review Makanan yang Disukai Netizen
Pelatih Spanyol Kutuk...
Pelatih Spanyol Kutuk Ulah Pemain Argentina di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved