Utang AS ke Negara-negara Lain Melonjak Jadi Rp603.000 Triliun, China Tembus Rp12.500 Triliun

Kamis, 11 September 2025 - 15:05 WIB
loading...
Utang AS ke Negara-negara...
Utang luar negeri Amerika Serikat (AS) kepada negara dan wilayah lain terus mengalami peningkatan signifikan. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Utang luar negeri Amerika Serikat (AS) kepada negara dan wilayah lain mencapai USD8,5 triliun per Desember 2024. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya ketergantungan AS terhadap pembiayaan global, dengan China dan Jepang menjadi dua kreditur terbesar.

Berdasarkan data yang dihimpun Visual Capitalist dan dipublikasikan Peter G. Peterson Foundation pada Maret 2025, total utang nasional AS telah menyentuh USD36,6 triliun atau setara atau sekitar Rp603.000 triliun. Sebagian besar memang dimiliki warga dan lembaga domestik, namun porsi signifikan disimpan oleh negara asing dalam bentuk surat utang negara atau Treasury Bonds.

Dilansir dari The Daily Diggest, China tercatat sebagai pemegang surat utang AS terbesar kedua dengan nilai USD759 miliar atau sekitar Rp12.500 triliun. Jepang bahkan lebih besar, yaitu USD1 triliun atau Rp15.500 triliun, sementara Inggris menempati posisi ketiga dengan kepemilikan USD723 miliar atau Rp11.206 triliun.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Makin Bengkak Tembus Rp7.080 Triliun

Selain itu, sejumlah negara Eropa juga memiliki eksposur cukup besar. Irlandia tercatat menyimpan USD336 miliar atau setara Rp5.208 triliun, Prancis USD332 miliar atau setara Rp5.146 triliun, dan Belgia USD375 miliar atau setara Rp5.813 triliun. Sementara Swiss memiliki USD289 miliar atau setara Rp4.480 triliun, dan Luksemburg USD424 miliar atau setara Rp6.572 triliun.

Di kawasan Asia, selain Jepang dan China, terdapat Hong Kong dengan kepemilikan USD255 miliar atau setara Rp3.953 triliun, Singapura USD249 miliar atau setara Rp3.859 triliun, India USD219 miliar atau setara Rp3.395 triliun, serta Korea Selatan USD125 miliar atau setara Rp1.938 triliun.

Negara-negara penghasil minyak juga tercatat dalam daftar pemegang surat utang AS. Arab Saudi memiliki USD138 miliar atau setara Rp2.139 triliun, sedangkan Norwegia, salah satu produsen minyak Eropa, menyimpan USD158 miliar atau setara Rp2.449 triliun.

Sementara itu, kawasan pusat keuangan global seperti Kepulauan Cayman dan Bermuda juga menjadi pemegang besar. Cayman Islands menguasai USD419 miliar atau setara Rp6.494 triliun, dan bersama sejumlah yurisdiksi serupa menyumbang porsi signifikan dari total utang luar negeri AS.

Di sisi lain, mantan Presiden Donald Trump sempat menyinggung kemungkinan AS tidak akan melunasi sebagian utangnya kepada negara lain. Dalam pernyataan di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada 9 Februari 2025, ia menyebut ada potensi masalah terkait obligasi pemerintah AS. "Kami bahkan melihat ke arah Treasury. Bisa saja ada masalah di sana, dan itu bisa menjadi hal menarik," kata Trump dikutip Reuters.

Meski wacana itu dianggap kecil kemungkinan, pernyataan Trump menimbulkan kekhawatiran di pasar keuangan global. Sebab, potensi gagal bayar utang AS akan mengguncang stabilitas ekonomi dunia, mengingat dolar AS masih menjadi mata uang cadangan utama.

Baca Juga: Menteri Keuangan Nepal Ditelanjangi Demonstran Hingga Masuk Sungai

Data menunjukkan, selain Jepang, China, dan Inggris, Kanada, Brasil, serta Meksiko juga masuk daftar besar pemegang utang AS. Kanada memegang USD379 miliar atau setara Rp5.875 triliun, Brasil USD202 miliar atau setara Rp3.131 triliun, dan Meksiko USD103 miliar atau setara Rp1.597 triliun.

Jika digabung dengan kategori "rest of the world", nilai utang AS kepada negara lain menembus USD8,5 triliun. Angka ini menggambarkan betapa besarnya risiko global jika Washington memutuskan langkah ekstrem terkait pengelolaan utang negara tersebut.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Rekomendasi
Pancasakti Run 2026:...
Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Berita Terkini
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved