3 Anak Usaha Pertamina Akan Dilebur, Rampung Akhir Tahun 2025

Kamis, 11 September 2025 - 22:40 WIB
loading...
3 Anak Usaha Pertamina...
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus untuk melakukan penggabungan 3 anak usaha. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus untuk melakukan penggabungan 3 anak usaha . Hal ini dilakukan agar perseroan fokus pada agenda transisi energi untuk mencapai target net zero emission 2060.

Ketiga anak usaha yang akan merger antara lain, PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan juga PT Pertamina International Shipping (PIS). Baca Juga: Lewat Anak Usaha Pertamina Patra Niaga, Indonesia Pasok Energi ke Timor Leste

"Kita akan melakukan integrasi hilir, yaitu penggabungan operasional usaha. Kita targetkan akan selesai pada akhir tahun 2025 ini," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat PT Pertamina bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (11/9/2025).

Ia menambahkan, kedepan Pertamina akan lebih fokus menjalankan core bisnisnya yang bergerak di bidang oil and gas, dan bidang renewable energy. Sehingga beberapa usaha yang diluar itu juga akan dilakukan spin off, seperti bisnis maskapai yang dimiliki saat ini.

"Beberapa usaha kami akan spin off dan di bawah koordinasi Danantara akan kita gabungkan clustering dengan perusahaan-perusahaan sejenis," kata Simon.

"Sebagai contoh untuk airlines kami, kita sedang penjajakan awal untuk menggabungkan dengan Garuda Indonesia. Begitu juga sektor insurance, sektor pelayanan kesehatan, hospitality, patra jasa, tentunya akan mengikuti roadmap yang sudah dipersiapkan Danantara," tambahnya.

Ditemui usai Rapat, Simon lebih jauh menjelaskan alasan lain dibalik rencana penggabungan 3 anak usaha. Pertama, permintaan minyak mulai menurun seiring bertumbuhnya kilang-kilang baru. Hal ini membuat margin yang makin menyusut karena terkikis persaingan pasar.

"Permintaan menurun, sementara produksi meningkat karena banyak kilang-kilang baru. Dengan demikian, dengan kondisi yang favorable untuk kita, kilang ini margin semakin kecil," sambungnya.

Baca Juga: BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Deretan Perusahaan Pelat Merah yang Bakal Dimerger

Lebih jauh, Simon mengatakan dengan margin yang semakin terkikis ini maka dikhawatirkan akan berpengaruh kurang baik terhadap bottom line perusahaan. "Memang ada kajian di kita untuk menggabungkan PIS, Patra Niaga, dan KPI," sambungnya.

"Dulu kan kita satu ini juga ya, antara hulu dan hilir, kemudian kita lakukan sub holding supaya bergerak lebih hijau. Tetapi sebagai organisasi sebagai institusi yang tentunya terus berkembang, kita harus menyesuaikan juga perkembangan situasi," pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Rekomendasi
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved