Pertamina Patra Niaga Regional JBB Dorong Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani
Jum'at, 12 September 2025 - 14:22 WIB
loading...
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal Tasikmalaya menggelar pelatihan olahan pangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Fajar, Purbaratu, Tasikmalaya. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal Tasikmalaya menggelar pelatihan olahan pangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Fajar, Purbaratu, Tasikmalaya. Kegiatan ini berlangsung pada 7–8 September 2025 dalam program Katasik Ar-Razaq.
Pelatihan melibatkan delapan anggota KWT yang selama ini mengelola kebun cabai dan hasil perikanan. Mereka mendapat pendampingan membuat sambal godog kemasan higienis serta cookies berbahan tepung ikan nila, dengan tujuan menambah nilai jual hasil panen sekaligus membuka peluang usaha baru.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat. "Program ini menghadirkan keterampilan baru sekaligus membuka peluang ekonomi lebih luas. Kami berharap manfaatnya bisa berkelanjutan," ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9).
Baca Juga: Doktor IPB Beberkan Pentingnya Jejaring dan Komunikasi dalam Penguatan Korporasi Petani
Acara ini menggandeng Yayasan Rumah Harapan Kita serta Komunitas Pemuda Penggerak Tasikmalaya, dan mendapat dukungan pemerintah daerah. Lurah Sukanagara Hendih Junedi serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tasikmalaya Nanan Sulaksana hadir memberikan apresiasi, menekankan pentingnya sinergi pemerintah, masyarakat, dan Pertamina dalam penguatan ekonomi lokal.
Pelaku usaha lokal turut menjadi mentor. Wawan Hendriyana, pemilik Resto Pantai Dadaha, membimbing pembuatan sambal kemasan khas Tasikmalaya. Sementara Resmawati, pemilik Violet Cake, berbagi keterampilan mengolah tepung ikan menjadi cookies berprotein tinggi. Produk inovatif ini diharapkan bisa menjadi cikal bakal usaha rumahan sekaligus oleh-oleh khas Tasikmalaya.
Selain keterampilan produksi, peserta dibekali materi standar kebersihan, teknik pengemasan modern, dan metode pengolahan agar produk tahan lama. Fitri Nurhayati, salah satu peserta, mengaku pelatihan ini menambah wawasan dan kemampuan anggota KWT untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Baca Juga: Data Ekonomi Terbaru dari BPS: Neraca Dagang Surplus 63 Bulan, Nilai Tukar Petani Naik
Melalui Program Katasik, Pertamina Patra Niaga Regional JBB berupaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. "KWT Mekar Fajar diharapkan mampu melahirkan produk bernilai tambah yang memperkuat ekonomi lokal serta menjadi kebanggaan baru bagi Tasikmalaya," kata Susanto.
Pelatihan melibatkan delapan anggota KWT yang selama ini mengelola kebun cabai dan hasil perikanan. Mereka mendapat pendampingan membuat sambal godog kemasan higienis serta cookies berbahan tepung ikan nila, dengan tujuan menambah nilai jual hasil panen sekaligus membuka peluang usaha baru.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat. "Program ini menghadirkan keterampilan baru sekaligus membuka peluang ekonomi lebih luas. Kami berharap manfaatnya bisa berkelanjutan," ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9).
Baca Juga: Doktor IPB Beberkan Pentingnya Jejaring dan Komunikasi dalam Penguatan Korporasi Petani
Acara ini menggandeng Yayasan Rumah Harapan Kita serta Komunitas Pemuda Penggerak Tasikmalaya, dan mendapat dukungan pemerintah daerah. Lurah Sukanagara Hendih Junedi serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tasikmalaya Nanan Sulaksana hadir memberikan apresiasi, menekankan pentingnya sinergi pemerintah, masyarakat, dan Pertamina dalam penguatan ekonomi lokal.
Pelaku usaha lokal turut menjadi mentor. Wawan Hendriyana, pemilik Resto Pantai Dadaha, membimbing pembuatan sambal kemasan khas Tasikmalaya. Sementara Resmawati, pemilik Violet Cake, berbagi keterampilan mengolah tepung ikan menjadi cookies berprotein tinggi. Produk inovatif ini diharapkan bisa menjadi cikal bakal usaha rumahan sekaligus oleh-oleh khas Tasikmalaya.
Selain keterampilan produksi, peserta dibekali materi standar kebersihan, teknik pengemasan modern, dan metode pengolahan agar produk tahan lama. Fitri Nurhayati, salah satu peserta, mengaku pelatihan ini menambah wawasan dan kemampuan anggota KWT untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Baca Juga: Data Ekonomi Terbaru dari BPS: Neraca Dagang Surplus 63 Bulan, Nilai Tukar Petani Naik
Melalui Program Katasik, Pertamina Patra Niaga Regional JBB berupaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 8, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. "KWT Mekar Fajar diharapkan mampu melahirkan produk bernilai tambah yang memperkuat ekonomi lokal serta menjadi kebanggaan baru bagi Tasikmalaya," kata Susanto.
(nng)
Lihat Juga :