Rawan Dikorupsi, Penggunaan Dana Rp200 Triliun Bank Himbara Harus Diawasi Ketat

Minggu, 14 September 2025 - 20:55 WIB
loading...
Rawan Dikorupsi, Penggunaan...
Penggunaan dana Rp200 triliun Bank Himbara harus diawasi ketat. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar menegaskan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun yang ditempatkan ke Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memerlukan pengawasan ketat untuk mencegah potensi penyelewengan. Dana sebesar itu berisiko tinggi terhadap konflik kepentingan dan moral hazard jika terjadi salah kelola.

"Tata kelola yang ketat seandainya tidak dilakukan ini bisa jadi boomerang. Justru bisa memukul daya beli masyarakat karena kredit bisa tersedot hanya ke proyek besar dan tidak menciptakan lapangan kerja atau bahkan mungkin bisa berisiko korupsi," ujar Media Askar saat dihubungi SindoNews, Minggu (14/9).

Baca Juga: Dana Rp200 Triliun Tak Cukup Dongkrak Ekonomi, Ekonom Sarankan PPN Turun Jadi 8%

Dia mengingatkan pada kasus Jiwasraya dan Asabri dapat menjadi pelajaran berharga akibat lemahnya tata kelola lembaga keuangan negara. Secara teori, penambahan dana sebesar Rp200 triliun berpotensi besar mendorong penciptaan lapangan kerja khususnya jika diarahkan ke sektor industri padat karya.

Namun, hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tantangan utamanya, menurut Askar, adalah akses industri padat karya yang terdampak ke perbankan masih sulit.

"Dana ini dikhawatirkan justru digunakan Bank BUMN untuk menutup kebutuhan likuiditas jangka pendek atau disalurkan untuk kredit konsumtif seperti KPR dan kendaraan," jelasnya.

Jika dialirkan ke kredit konsumtif, dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja akan sangat minim. Alih-alih menstimulasi ekonomi, hal itu justru berpotensi memicu inflasi akibat permintaan atau demand-pull inflation yang akhirnya memperburuk daya beli masyarakat terutama kelompok berpendapatan rendah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Tersangka Baru Kasus...
Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Penangguhan Penahanan
Rekomendasi
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Brasil Rajai Daftar...
Brasil Rajai Daftar Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved