UMKM Kembangkan Produk Lokal hingga Internasional

Sabtu, 12 September 2020 - 12:02 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, untuk produk wayang lidinya dibanderol dari harga Rp50.000 sampai Rp10 juta. Wayang lidi yang dihargai Rp50.000 dijual per satuan, sedangkan yang dibanderol Rp10 juta berbentuk kolase wayang sodo di kanvas dan diberi tema “The Exodus of Brayut Families”. (Baca juga: WHO Peringatkan Dunia Lebih Siap untuk Pandemi Berikutnya)

Dalam satu hari Rofitasari mampu membuat 4 sampai 5 wayang. Dalam waktu 3 bulan terakhir ini karyanya sudah mulai mendapatkan pesanan. "Sudah banyak pesanan dari toko suvenir, baik dari Kabupaten Bantul maupun luar negeri. Selain itu, pemesanan ada yang datang langsung ke rumah. Jumlahnya dalam sebulan tidak tentu, tetapi setelah ikut memasarkan melalui online, penjualannya naik hingga 75%," kata Eri.

Meski sudah mendapatkan banyak pemesanan, Rofitasari masih terkendala dalam hal pengemasan. Karena bahan material wayang yang mudah rusak sehingga selalu mencari cara agar karyanya bisa sampai ke konsumen dengan baik. Berkat usahanya tersebut, wanita yang akrab disapa Ayu ini telah banyak membantu warga di sekitarnya.

"Untuk saat ini ada 35 perajin yang membantu dan semua warga satu desa. Jadi dengan kreativitas, Rofitasari bisa membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar," sebut Eri.

UMKM Kembangkan Produk Lokal hingga Internasional


Tidak hanya Rofitasari yang berhasil mengangkat kebudayaan lokal agar bisa bersaing hingga pasar internasional, Suyatmi, pemilik Auliya Lurik, dengan tekun mengembangkan usaha lurik rumahan miliknya sejak 2008. Berkat kegigihannya, dia berhasil membawa lurik bersaing di pasar internasional, sekaligus memberikan lapangan kerja kepada masyarakat sekitarnya.

Tenun lurik Suyatmi memiliki beberapa motif, seperti motif telupat yang sangat sederhana dengan garis vertikal berjumlah tujuh garis dalam setiap kelompoknya. Untuk motif ini dihadirkan dengan warna alam yang cenderung natural. Kemudian motif udan liris yang melambangkan kesuburan yang lebih sering digunakan pemimpin atau pengusaha pada zaman dahulu. (Baca juga: Bela Yunani, Uni Eropa Siap Keroyok Turki dengan Sanksi)

Adapun harga tenun lurik yang dijual disesuaikan dari kualitas benang, bukan dari motif yang dihasilkan. Rata-rata Auliya Lurik menjual hasil produksinya kepada konsumen langsung maupun penjual lurik baik melalui offline maupun online dengan harga Rp100.000 hingga Rp150.000 per meter persegi.

"Awalnya tidak percaya diri untuk memulai usaha ini, tetapi setelah mengikuti pelatihan dan mendapat pendampingan, baru berani memulai usaha, baik online ataupun lewat pameran. Harapannya agar semakin meningkatkan penjualan sehingga dapat menjadi produk unggulan dan kebanggaan Desa Karangasem, Klaten, Jawa Tengah, sekaligus turut melestarikan tenun lurik Indonesia," kata Suyatmi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Gencar Konsolidasi,...
Gencar Konsolidasi, Marselinus Minta Kader Perindo Palu Aktif Dampingi UMKM dan Peternak
Jay Singgih Dorong Pengusaha...
Jay Singgih Dorong Pengusaha Muda Papua Bersinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Ekonomi Lesu, Welhelm...
Ekonomi Lesu, Welhelm Kurnala Perkuat UMKM Maluku lewat Dana Stimulan
Rekomendasi
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved