Peduli Lingkungan, Yomi Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun

Sabtu, 12 September 2020 - 14:15 WIB
loading...
A A A
"Selama ini saya melihat mereka membuat tas KW dari merek dunia dengan kualitas standar, karena mereka membuat dalam jumlah banyak. Kenapa enggak kita coba bikin tas buatan sendiri dengan kualitas tinggi dan tidak kalah dengan brand besar?" ujar ibu dua anak ini.

Mulai 2013 Merry mengajak 200 perajin untuk bergabung. Di situlah tantangan bagaimana mengubah kebiasaan jahitan menjadi lebih rapi dan awet.

Desain tas pun didiskusikan kepada pembuat pola, kemudian dibuatkan satu tas jika bagus kemudian diproduksi massal. Setiap perajin dapat mengerjakan tas di rumah masing-masing, bahkan beberapa dari mereka turut dibantu istri untuk finishing.

"Jika tidak punya mesin, saya sediakan mesin di sebuah rumah. Bahan baku serta aksesori kami sediakan semua. Pembayaran dengan sistem berapa tas yang mereka hasilkan. Kalau tidak ada modal, bisa kami DP dulu," tandasnya.

Bukan hanya perajin, karyawan Merry lainnya seperti admin dan bagian packing pun berasal dari tetangga yang sesuai dengan kualifikasi. Mereka diberdayakan guna mengirim tas kepada distributor dan agen di seluruh Indonesia. (Lihat videonya: Razia Masker, Banyak Pengendara Motor Nekat Kabur)

Dengan pencapaiannya itu kini bukan hanya brand tasnya sudah mulai dikenal, Merry juga bahagia dapat membantu para tetangga di kampungnya hingga di kampung sebelah untuk turut membantu kehidupan mereka. (Ananda Nararya)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Desa Energi Berdikari...
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Holding Ultra Mikro...
Holding Ultra Mikro Buktikan Dampak Nyata, Evanti Sukses Usaha Rumahan hingga Jadi Agen BRILink
SRC Perkuat Pemberdayaan...
SRC Perkuat Pemberdayaan UMKM, Dorong Omzet Toko Kelontong
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Rekomendasi
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Perlombaan Senjata Nuklir...
Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK seusai Terjaring OTT
Berita Terkini
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved