Terima Dana Rp55 Triliun dari Menkeu Purbaya, Mandiri Siap Salurkan Kredit Prioritas
Jum'at, 19 September 2025 - 11:44 WIB
loading...
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyambut baik keputusan pemerintah menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp55 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyambut baik keputusan pemerintah menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp55 triliun di bank tersebut. Penempatan dana ini, yang tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 276 Tahun 2025, dinilai dapat memperkuat likuiditas dan kapasitas Bank Mandiri untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Mochamad Rizaldi mengatakan, bahwa penempatan dana ini sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai agen pembangunan. Baca Juga: Terima Bagian Rp55 Triliun, Bank Mandiri Bocorkan Peruntukannya
"Penempatan dana ini memperkuat likuiditas serta kapasitas pembiayaan Bank Mandiri untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas pemerintah, terutama UMKM dan sektor produktif yang berkontribusi pada peningkatan daya saing ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi kerakyatan," ujar Rizaldi dalam paparan kinerja di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, kebijakan ini selaras dengan komitmen Bank Mandiri untuk mengakselerasi fungsi intermediasi dan menjaga stabilitas sistem keuangan. "Ke depan, fokus utama kami menjaga pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri dengan kualitas aset dan likuiditas yang optimal," kata Rizaldi.
Dengan basis dana murah dan permodalan yang solid, Bank Mandiri memiliki ruang untuk memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan harga (pricing) dan alokasi portofolio sesuai dengan dinamika kebijakan fiskal dan selera risiko (risk appetite) yang terjaga.
Penempatan dana ini juga menjadi bagian dari sinergi pemerintah dengan bank Himbara untuk menjaga likuiditas perbankan tetap kuat dan mempercepat pembiayaan sektor riil serta penciptaan lapangan kerja.
Bank Mandiri berkomitmen menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis, seperti perkebunan dan ketahanan pangan, hilirisasi SDA dan energi terbarukan, infrastruktur, layanan kesehatan, manufaktur, kawasan industri, serta UMKM.
Baca Juga: RUPSLB Bank Mandiri Tunjuk Riduan Jadi Dirut dan Henry Pandjaitan Wadirut, Ini Daftar Lengkapnya
Hingga saat ini, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp960,2 triliun ke sektor riil berorientasi ekspor dan padat karya, atau 71,88% dari total portofolio. Capaian ini menunjukkan peran Bank Mandiri sebagai mitra pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Mochamad Rizaldi mengatakan, bahwa penempatan dana ini sejalan dengan peran Bank Mandiri sebagai agen pembangunan. Baca Juga: Terima Bagian Rp55 Triliun, Bank Mandiri Bocorkan Peruntukannya
"Penempatan dana ini memperkuat likuiditas serta kapasitas pembiayaan Bank Mandiri untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas pemerintah, terutama UMKM dan sektor produktif yang berkontribusi pada peningkatan daya saing ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi kerakyatan," ujar Rizaldi dalam paparan kinerja di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, kebijakan ini selaras dengan komitmen Bank Mandiri untuk mengakselerasi fungsi intermediasi dan menjaga stabilitas sistem keuangan. "Ke depan, fokus utama kami menjaga pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri dengan kualitas aset dan likuiditas yang optimal," kata Rizaldi.
Dengan basis dana murah dan permodalan yang solid, Bank Mandiri memiliki ruang untuk memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan harga (pricing) dan alokasi portofolio sesuai dengan dinamika kebijakan fiskal dan selera risiko (risk appetite) yang terjaga.
Penempatan dana ini juga menjadi bagian dari sinergi pemerintah dengan bank Himbara untuk menjaga likuiditas perbankan tetap kuat dan mempercepat pembiayaan sektor riil serta penciptaan lapangan kerja.
Bank Mandiri berkomitmen menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor strategis, seperti perkebunan dan ketahanan pangan, hilirisasi SDA dan energi terbarukan, infrastruktur, layanan kesehatan, manufaktur, kawasan industri, serta UMKM.
Baca Juga: RUPSLB Bank Mandiri Tunjuk Riduan Jadi Dirut dan Henry Pandjaitan Wadirut, Ini Daftar Lengkapnya
Hingga saat ini, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp960,2 triliun ke sektor riil berorientasi ekspor dan padat karya, atau 71,88% dari total portofolio. Capaian ini menunjukkan peran Bank Mandiri sebagai mitra pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
(akr)
Lihat Juga :