BRICS Diprediksi Bakal Bubar, Disebut Sudah Lama Saling Membenci

Minggu, 21 September 2025 - 21:39 WIB
loading...
BRICS Diprediksi Bakal...
Penasihat Perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro mengklaim bahwa, kelompok BRICS tidak mungkin bertahan karena para anggotanya sudah lama saling membenci. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Penasihat Perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro mengklaim bahwa, kelompok BRICS tidak mungkin bertahan karena para anggotanya "sudah lama saling membenci." Dalam sebuah wawancara dengan mantan strategi Presiden AS Donald Trump, Steve Bannon, Ia mengatakan tidak ada anggota BRICS yang dapat bertahan tanpa menjual produk ke AS (Amerika Serikat) .

"India telah berperang dengan China selama beberapa dekade... dan saya baru ingat, China yang memberikan bom nuklir kepada Pakistan," kata Navarro kepada Bannon.

"Mereka memiliki kapal yang berlayar di sekitar Samudra Hindia dengan bendera China. (Perdana Menteri India Narendra) Modi, lihat bagaimana kamu bisa menyelesaikannya," sambungnya.

Baca Juga: BRICS Terpecah Soal Dedolarisasi, India Bongkar Fakta Mengejutkan

Peter Navarro mengklaim bahwa anggota kelompok BRICS sudah "lama saling membenci". Dia menambahkan, bahwa China mengirim imigran ilegal ke Rusia dan telah mengklaim wilayah di dalam Rusia.

“China mengklaim bahwa mereka memiliki Vladivostok, pelabuhan Rusia, dan mereka sudah melalui imigrasi ilegal yang masif ke Siberia, pada dasarnya menjajah Siberia, yang merupakan daratan terbesar dari semi-imperium Rusia," bebernya.

Namun China tidak mengklaim wilayah Rusia manapun, dan kedua negara menandatangani Perjanjian Pelengkap tentang Bagian Timur Perbatasan China-Rusia pada tahun 2004 sebagai resolusi akhir dari sengketa perbatasan.

"Saya tidak melihat bagaimana (BRICS) bisa tetap bertahan, mengingat secara historis mereka saling membenci dan membunuh satu sama lain," tambah penasihat perdagangan itu.

Baca Juga: 3 Negara BRICS yang Batalkan Rencana Mata Uang BRICS

Navarro mengklaim, bahwa negara-negara BRICS bergantung pada AS untuk perdagangan. "Intinya adalah tidak ada dari negara-negara ini yang bisa bertahan jika mereka tidak menjual ke Amerika Serikat, dan ketika mereka menjual ke Amerika Serikat, ekspor mereka seperti vampir yang menghisap darah kita kering dengan praktik perdagangan yang tidak adil," ungkapnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Rekomendasi
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Berita Terkini
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Infografis
Nambah Kekuatan, 9 Negara...
Nambah Kekuatan, 9 Negara Bakal Jadi Mitra BRICS di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved