Kejayaan Dolar AS Terkikis, Yuan China Kian Mencuri Perhatian Global

Senin, 22 September 2025 - 07:37 WIB
loading...
Kejayaan Dolar AS Terkikis,...
Masa kejayaan dolar AS kini menghadapi tantangan baru di tengah ketidakpastian ekonomi AS. FOTO/Oilprice.com
A A A
JAKARTA - Masa kejayaan dolar Amerika Serikat (AS) kini menghadapi tantangan baru. Seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi AS, mata uang China, yuan kian mencuri perhatian sebagai calon pesaing global. Fenomena tersebut terjadi di tengah kerentanan dolar akibat kebijakan ekonomi Washington yang kerap dinilai merugikan stabilitas keuangan internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, dolar AS semakin kerap dipakai sebagai instrumen politik. Penggunaan sanksi, tarif, hingga embargo oleh Washington memicu negara-negara lain mencari alternatif. Yuan muncul sebagai salah satu pilihan utama dalam arus perdagangan internasional, terlebih di kawasan Asia, Afrika, hingga Timur Tengah.

Baca Juga: Tinggalkan Dolar AS, 1.700 Bank di Dunia Beralih ke Yuan China

Tekanan terhadap dolar AS semakin kuat setelah Presiden AS Donald Trump gencar memberlakukan tarif baru. Langkah tersebut memperburuk volatilitas pasar dan menekan Federal Reserve (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan suku bunga. Kondisi ini menciptakan ruang bagi yuan untuk memperluas pengaruhnya di pasar global.

Sebagai respons, Beijing meluncurkan sistem pembayaran lintas batas bernama Cross-Border Interbank Payment System (CIPS). Melalui CIPS, bank-bank di berbagai negara dapat menyelesaikan transaksi secara realtime menggunakan yuan, mengurangi ketergantungan terhadap jaringan pembayaran berbasis dolar.

"Dalam situasi ketegangan geopolitik, infrastruktur pembayaran lintas batas tradisional rentan dipolitisasi dan dijadikan alat sanksi unilateral. Hal ini justru merusak tatanan keuangan internasional," ujar Gubernur Bank Rakyat China (PBoC), Pan Gongsheng, saat berbicara di Forum Lujiazui, dikutip dari Watcher Guru, Senin (21/9).

Baca Juga: Dibela China, Taliban Tolak Serahkan Kembali Pangkalan Afghanistan kepada AS

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang China untuk mendorong internasionalisasi yuan. Selama lebih dari satu dekade, Beijing membangun jaringan pembayaran lintas batas dengan cakupan luas yang kini siap menantang dominasi dolar.

Meningkatnya tensi perdagangan dan pergeseran geopolitik mendorong munculnya tren sistem keuangan multipolar. Banyak negara mulai mempertimbangkan penggunaan lebih dari satu mata uang dalam transaksi lintas batas, guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar.

Kondisi tersebut menandai transformasi dalam dinamika keuangan global. Ketidakpercayaan sebagian investor pada dolar menciptakan celah yang diisi oleh mata uang lain, termasuk yuan. China memanfaatkan peluang ini dengan memperkuat kerja sama finansial di kawasan strategis. Meski jalan menuju dominasi penuh masih panjang, yuan kini dipandang sebagai kandidat terkuat untuk menantang posisi dolar.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Rekomendasi
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Berita Terkini
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved