5 Gebrakan Purbaya Dua Minggu Jadi Menkeu Gantikan Sri Mulyani
Selasa, 23 September 2025 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah sebelumnya, meski target pendapatan negara di RAPBN 2026 naik hampir 10%, pengawasan dan layanan pajak diperbaiki agar kepatuhan wajib pajak makin tinggi tanpa membebani mereka.
5. Kebijakan Fiskal dan Anggaran
Selain itu, Purbaya menyesuaikan beberapa asumsi dan alokasi dalam RAPBN. Salah satu langkah konkret adalah menambah pagu dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2026. Pagu TKD dinaikkan dari semula Rp650 triliun menjadi Rp693 triliun dengan penambahan sekitar Rp43 triliun sebagai bagian dari upaya meredam gejolak sosial dan mengantisipasi kebutuhan daerah.
Melalui penambahan dana diharapkan roda ekonomi daerah ikut bergerak lebih kuat. Purbaya juga memperhatikan pengendalian subsidi energi. Ia menyebut pemerintah bakal secara bertahap mengurangi subsidi listrik dengan menggulirkan energi terbarukan berskala besar yang biaya produksinya lebih murah.
Rencananya, investasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan teknologi baterai dalam negeri akan digalakkan. Tujuannya agar beban subsidi dapat menurun tanpa harus menaikkan tarif listrik bagi masyarakat. Langkah ini dianggap bisa meringankan beban APBN di masa mendatang.
Secara keseluruhan, dalam dua minggu pertama, Purbaya Yudhi Sadewa bekerja dengan cepat menyasar di berbagai lini. Mulai dari menambah likuiditas perbankan dan menarik arus dolar ke dalam negeri, hingga menagih tunggakan pajak dan memperbaiki infrastruktur perpajakan.
Ia menegaskan fokus kementeriannya ialah mendoronh pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan likuiditas, optimalisasi penerimaan, dan efisiensi anggaran, tanpa menambah beban pajak baru.
5. Kebijakan Fiskal dan Anggaran
Selain itu, Purbaya menyesuaikan beberapa asumsi dan alokasi dalam RAPBN. Salah satu langkah konkret adalah menambah pagu dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2026. Pagu TKD dinaikkan dari semula Rp650 triliun menjadi Rp693 triliun dengan penambahan sekitar Rp43 triliun sebagai bagian dari upaya meredam gejolak sosial dan mengantisipasi kebutuhan daerah.
Melalui penambahan dana diharapkan roda ekonomi daerah ikut bergerak lebih kuat. Purbaya juga memperhatikan pengendalian subsidi energi. Ia menyebut pemerintah bakal secara bertahap mengurangi subsidi listrik dengan menggulirkan energi terbarukan berskala besar yang biaya produksinya lebih murah.
Rencananya, investasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan teknologi baterai dalam negeri akan digalakkan. Tujuannya agar beban subsidi dapat menurun tanpa harus menaikkan tarif listrik bagi masyarakat. Langkah ini dianggap bisa meringankan beban APBN di masa mendatang.
Secara keseluruhan, dalam dua minggu pertama, Purbaya Yudhi Sadewa bekerja dengan cepat menyasar di berbagai lini. Mulai dari menambah likuiditas perbankan dan menarik arus dolar ke dalam negeri, hingga menagih tunggakan pajak dan memperbaiki infrastruktur perpajakan.
Ia menegaskan fokus kementeriannya ialah mendoronh pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan likuiditas, optimalisasi penerimaan, dan efisiensi anggaran, tanpa menambah beban pajak baru.
(nng)
Lihat Juga :