Dukung Transisi Energi, Pabrik Sarihusada Prambanan Pakai PLTS Atap 828 KWP
Rabu, 24 September 2025 - 21:33 WIB
loading...
Penggunaan PLTS Atap di Pabrik Sarihusada Prambanan, Jawa Tengah merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap target Pemerintah dalam transisi penggunaan energi baru terbarukan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia meresmikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Pabrik Sarihusada Prambanan , Jawa Tengah. PLTS Atap tersebut memiliki potensi kapasitas hingga 828 KWP dan mampu menghasilkan energi listrik sebesar 1.178.838 KWH per tahun.
Penggunaan PLTS Atap tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap target Pemerintah dalam transisi penggunaan energi baru terbarukan. PLTS Atap tersebut ditarget mampu mengurangi emisi karbon hingga 934 ton CO2 setiap tahunnya, yang setara dengan penanaman lebih dari 13.000 pohon.
Pemerintah diketahui menargetkan angka pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89% secara mandiri dan 43,20% dengan dukungan internasional pada 2030, serta berkomitmen menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Baca Juga: Pabrik Danone-AQUA Klaten Bangun PLTS Atap Berkapasitas 2.919 KWp
Target ini sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional dan Permen LHK Nomor 21 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto menyampaikan, Pemprov Jateng memiliki komitmen kuat dalam pembangunan dan penerapan energi bersih dan terbarukan. Tercatat, hingga 2024 penggunaan energi baru terbarukan di Jateng telah mencapai 18,55%, dari target 21,32% pada 2025.
"Tentunya kami sangat mendukung upaya-upaya investasi dan inisiatif pelaku usaha untuk bersama mencapai target ini. Kami mengapresiasi langkah Danone SN Indonesia hari ini untuk meningkatkan implementasi transisi penggunaan energi baru terbarukan dalam proses produksinya," paparnya melalui keterangan pers, Rabu (24/9/2025).
CEO Danone SN Indonesia, Joris Bernard menjelaskan, secara global, Danone memiliki target penggunaan 100% energi listrik terbarukan pada tahun 2030 dan menjadi perusahaan karbon netral di seluruh rantai nilai pada tahun 2050.
"PLTS Atap di Pabrik Sarihusada Prambanan ini menguatkan komitmen Danone Indonesia untuk mendukung target pemerintah dalam pemanfaatan energi baru terbarukan serta menghadirkan produk bernutrisi untuk ibu, anak dan keluarga yang diproduksi secara ramah lingkungan," tuturnya.
Sebelumnya, bekerja sama dengan Berkeley Energy Commercial Industrial Solution (BECIS) Danone SN Indonesia telah menginisiasi penggunaan energi baru terbarukan dengan membangun dan mengoperasionalkan Boiler Biomassa berbahan baku sekam padi yang mampu mengurangi 8.300 ton CO2 per tahun atau sekitar 32% pengurangan emisi karbon dari kegiatan produksi di Pabrik Prambanan.
Danone Indonesia juga telah menggunakan PLTS Atap di 7 Pabrik AQUA di Indonesia dengan kapasitas 8,12 MWP dan pengurangan emisi karbon hingga 9.123 ton CO2 setiap tahunnya.
"Kami berharap hal ini dapat mendukung pencapaian target nasional menuju masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," kata Joris.
Baca Juga: Dorong Kepemimpinan Transisi Energi ASEAN dengan Energi Surya
Chief of Sales SUN Energy Oky Gunawan, mitra dalam instalasi PLTS Atap menegaskan dukungannya atas langkah Danone SN Indonesia dalam mempercepat dekarbonisasi industri. Komitmen ini, kata dia, selaras dengan target bauran energi nasional sekaligus memperlihatkan bagaimana sektor swasta dapat berperan strategis dalam mewujudkan peta jalan transisi energi Indonesia hingga mampu meningkatkan daya saing industri.
"SUN Energy akan terus menjadi katalis dalam membangun ekosistem energi terbarukan yang menyokong industri hijau di Tanah Air yang lebih inklusif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global," tandasnya.
Penggunaan PLTS Atap tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap target Pemerintah dalam transisi penggunaan energi baru terbarukan. PLTS Atap tersebut ditarget mampu mengurangi emisi karbon hingga 934 ton CO2 setiap tahunnya, yang setara dengan penanaman lebih dari 13.000 pohon.
Pemerintah diketahui menargetkan angka pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89% secara mandiri dan 43,20% dengan dukungan internasional pada 2030, serta berkomitmen menuju Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
Baca Juga: Pabrik Danone-AQUA Klaten Bangun PLTS Atap Berkapasitas 2.919 KWp
Target ini sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional dan Permen LHK Nomor 21 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto menyampaikan, Pemprov Jateng memiliki komitmen kuat dalam pembangunan dan penerapan energi bersih dan terbarukan. Tercatat, hingga 2024 penggunaan energi baru terbarukan di Jateng telah mencapai 18,55%, dari target 21,32% pada 2025.
"Tentunya kami sangat mendukung upaya-upaya investasi dan inisiatif pelaku usaha untuk bersama mencapai target ini. Kami mengapresiasi langkah Danone SN Indonesia hari ini untuk meningkatkan implementasi transisi penggunaan energi baru terbarukan dalam proses produksinya," paparnya melalui keterangan pers, Rabu (24/9/2025).
CEO Danone SN Indonesia, Joris Bernard menjelaskan, secara global, Danone memiliki target penggunaan 100% energi listrik terbarukan pada tahun 2030 dan menjadi perusahaan karbon netral di seluruh rantai nilai pada tahun 2050.
"PLTS Atap di Pabrik Sarihusada Prambanan ini menguatkan komitmen Danone Indonesia untuk mendukung target pemerintah dalam pemanfaatan energi baru terbarukan serta menghadirkan produk bernutrisi untuk ibu, anak dan keluarga yang diproduksi secara ramah lingkungan," tuturnya.
Sebelumnya, bekerja sama dengan Berkeley Energy Commercial Industrial Solution (BECIS) Danone SN Indonesia telah menginisiasi penggunaan energi baru terbarukan dengan membangun dan mengoperasionalkan Boiler Biomassa berbahan baku sekam padi yang mampu mengurangi 8.300 ton CO2 per tahun atau sekitar 32% pengurangan emisi karbon dari kegiatan produksi di Pabrik Prambanan.
Danone Indonesia juga telah menggunakan PLTS Atap di 7 Pabrik AQUA di Indonesia dengan kapasitas 8,12 MWP dan pengurangan emisi karbon hingga 9.123 ton CO2 setiap tahunnya.
"Kami berharap hal ini dapat mendukung pencapaian target nasional menuju masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," kata Joris.
Baca Juga: Dorong Kepemimpinan Transisi Energi ASEAN dengan Energi Surya
Chief of Sales SUN Energy Oky Gunawan, mitra dalam instalasi PLTS Atap menegaskan dukungannya atas langkah Danone SN Indonesia dalam mempercepat dekarbonisasi industri. Komitmen ini, kata dia, selaras dengan target bauran energi nasional sekaligus memperlihatkan bagaimana sektor swasta dapat berperan strategis dalam mewujudkan peta jalan transisi energi Indonesia hingga mampu meningkatkan daya saing industri.
"SUN Energy akan terus menjadi katalis dalam membangun ekosistem energi terbarukan yang menyokong industri hijau di Tanah Air yang lebih inklusif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :