Buru Duit Koruptor lewat Redenominasi Rupiah, Bennix: Rp3.000 Triliun Bisa Balik ke Negara

Jum'at, 26 September 2025 - 06:17 WIB
loading...
A A A
"Saya yakin kalau itu bisa diwujudkan, saya yakin banyak duit (koruptor) yang pulang kampung dibandingkan tax amnesty yang sudah terbukti gagal," bebernya.

Seperti diketahui sebelumnya redenominasi rupiah sempat akrab di telinga masyarakat pada lima tahun lalu ketika wacana tersebut bergulir. Redenominasi rupiah atau penyederhanaan uang rupiah dengan menghilangkan angka nol sempat kembali digulirkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Wacana mengubah Rp1.000 menjadi Rp1 oleh Kemenkeu diusulkan sebagai bagian dari 19 Program Legislasi Nasional (Proglenas) Jangka Menengah di dalam Rencana Strategis 2020-2024. Namun rencana tersebut perlahan menghilang, yang menurut Benix karena kehilangan momen.

"Waktu itu memang momennya tidak pas karena takut inflasi, karena bisa jadi misalkan harga barang kita bilang 37.000, kalau nolnya dihilangin bulatin aja jadi 40. Jadi naik dong karena pembulatan. Kalau zaman dulu mungkin begitu, tapi zaman sekarang banyak orang bayar pakai qris. Bisa enggak bikin 37.500 setelah redenominasi, bisa yakni 37,5. Enggak perlu bawa pecahan lagi gocap atau lima puluh," jelasnya.

"Ada yang bilang apakah terjadi inflasi atau enggak? Menurut saya tidak. Malah keuntungan kita adalah orang jadi makin susah korupsi," tegasnya.

Benix menceritakan bagaimana saat dirinya kuliah di Belanda, orang-orang takut bertransaksi cash dengan jumlah nominal besar. Ada kecurigaan dari mana uang itu berasal, apakah hasil kejahatan, atau tindak pencucian uang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved