Cadangan Thorium Capai 130.000 Ton, Indonesia Didorong Kembangkan PLTN

Jum'at, 26 September 2025 - 13:15 WIB
loading...
Cadangan Thorium Capai...
Pemerintah didorong kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Pengamat kebijakan publik, Haidar Alwi, mendorong pemerintah untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Dorongan ini menyusul besarnya potensi cadangan energi nuklir dalam negeri di mana thorium mencapai 130.000 ton dan uranium sekitar 90.000 ton.

"Kalau kita berani melangkah ke nuklir, dunia akan melihat Indonesia bukan sekadar kaya sumber daya, tapi juga visioner dalam teknologi," ujar Haidar melalui pernyataannya, Jumat (26/9).

Baca Juga: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia Masuk Tahap Harmonisasi, Target Beroperasi 2032

Menurut dia pengembangan PLTN merupakan langkah strategis dalam transformasi sektor energi nasional yang dapat menjamin pasokan energi bersih untuk ratusan tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan rencana diversifikasi energi menuju porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 76% pada 2034.

Haidar dalam memperkuat fondasi ketahanan energi mengusulkan tiga langkah besar. Pertama, efisiensi sistem melalui renegosiasi kontrak pembangkit swasta dan modernisasi jaringan. Kedua, akselerasi diversifikasi energi terbarukan.

"Ketiga, memulai pembangunan PLTN pertama di Bangka Belitung yang ditargetkan pada 2032 dan di Kalimantan Barat pada 2033," jelasnya.

Lebih lanjut, Pengembangan PLTN tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi tetapi juga menjadi penanda kemajuan teknologi Indonesia di mata internasional. Potensi cadangan thorium yang melimpah menjadi modal dasar yang sangat berharga.

Baca Juga: 5 Negara Berminat Bangun PLTN di Indonesia, Tenaga Nuklir RI Dilirik Rusia hingga Kanada

Selain transformasi energi, Haidar juga menekankan pentingnya konsolidasi aset BUMN melalui Danantara dan peran Indonesia Investment Authority (INA) dalam menarik investasi global. Keduanya diharapkan dapat bekerja sinergis tanpa tumpang tindih.

Tata kelola yang bersih menjadi pilar krusial lainnya. Haidar menyarankan penguatan sistem melalui pengadaan terbuka, audit independen untuk proyek strategis, dan perlindungan bagi whistleblower guna memulihkan kepercayaan publik.

Sementara, Direktur Haidar Alwi Institut, Sandri Rumanama, menambahkan penguatan BUMN dan kebijakan energi memerlukan dukungan pemikiran ilmiah yang konstruktif dari kalangan akademisi dan lembaga think tank.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60 Tahun Berpengalaman...
60 Tahun Berpengalaman Operasikan Pembangkit Nuklir, Negara Ini Tawarkan ke Indonesia
Pembangkit Listrik Tenaga...
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia Masuk Tahap Harmonisasi, Target Beroperasi 2032
5 Negara Berminat Bangun...
5 Negara Berminat Bangun PLTN di Indonesia, Tenaga Nuklir RI Dilirik Rusia hingga Kanada
Reaktor Nuklir Mini...
Reaktor Nuklir Mini Komersial Pertama di Dunia Siap Pasok Daya 526.000 Rumah di China
AS Kalah, China dan...
AS Kalah, China dan Rusia Siap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Bulan
China Aktifkan Reaktor...
China Aktifkan Reaktor Thorium, Energi Nuklir Bersih Pertama di Dunia
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Arab Saudi Kecam Serangan...
Arab Saudi Kecam Serangan Drone di Dekat Pembangkit Nuklir UEA, tapi Tak Tuduh Iran
Profil Reaktor Nuklir...
Profil Reaktor Nuklir Kursk Rusia yang Kapasitasnya Berkurang 50% setelah Diserang Drone Ukraina
Rekomendasi
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Berita Terkini
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved