China Aktifkan Reaktor Thorium, Energi Nuklir Bersih Pertama di Dunia
Sabtu, 19 April 2025 - 08:23 WIB
loading...
China mengaktifkan reaktor thorium menandai tonggak sejarah baru energi nuklir bersih pertama di dunia. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - China mengaktifkan reaktor thorium menandai tonggak sejarah baru energi nuklir bersih pertama di dunia. Pencapaian ini terjadi di Gurun Gobi, di mana para ilmuwan China berhasil mengisi ulang bahan bakar ke dalam reaktor tanpa menghentikan operasinya.
Aktivasi ini diungkapkan dalam sebuah pertemuan tertutup di Akademi Ilmu Pengetahuan China pada 8 April. Unit eksperimental 2 megawatt (MW) ini dirancang untuk beroperasi dengan thorium menggunakan garam cair sebagai pendingin dan pembawa bahan bakar.
Kepala ilmuwan proyek Xu Hongjie mengumumkan bahwa reaktor tersebut mencapai operasi dengan daya penuh pada Juni 2024, dan menyelesaikan pengisian bahan bakar dengan sukses empat bulan kemudian.
"Kami sekarang memimpin di garis depan global," ujar Xu, menekankan komitmen mereka untuk memajukan teknologi ini, dilansir dari Daily Times, Sabtu (19/4/2025).
Baca Juga: 4 Alasan Australia Sangat Takut dengan Isu Putin Ingin Gunakan Pangkalan Militer di Papua
Para ahli memilih thorium sebagai alternatif yang lebih aman daripada uranium dengan alasan risiko yang lebih rendah untuk dijadikan senjata dan produksi limbah radioaktif yang tidak terlalu lama.
Teknologi ini beroperasi pada tekanan atmosfer dan dirancang untuk mencegah panas berlebih, menjadikannya pilihan yang menjanjikan untuk kebutuhan energi di masa depan.
Aktivasi ini diungkapkan dalam sebuah pertemuan tertutup di Akademi Ilmu Pengetahuan China pada 8 April. Unit eksperimental 2 megawatt (MW) ini dirancang untuk beroperasi dengan thorium menggunakan garam cair sebagai pendingin dan pembawa bahan bakar.
Kepala ilmuwan proyek Xu Hongjie mengumumkan bahwa reaktor tersebut mencapai operasi dengan daya penuh pada Juni 2024, dan menyelesaikan pengisian bahan bakar dengan sukses empat bulan kemudian.
"Kami sekarang memimpin di garis depan global," ujar Xu, menekankan komitmen mereka untuk memajukan teknologi ini, dilansir dari Daily Times, Sabtu (19/4/2025).
Baca Juga: 4 Alasan Australia Sangat Takut dengan Isu Putin Ingin Gunakan Pangkalan Militer di Papua
Para ahli memilih thorium sebagai alternatif yang lebih aman daripada uranium dengan alasan risiko yang lebih rendah untuk dijadikan senjata dan produksi limbah radioaktif yang tidak terlalu lama.
Teknologi ini beroperasi pada tekanan atmosfer dan dirancang untuk mencegah panas berlebih, menjadikannya pilihan yang menjanjikan untuk kebutuhan energi di masa depan.
Lihat Juga :