Proyek Pani EMAS Bakal Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik

Jum'at, 26 September 2025 - 14:55 WIB
loading...
Proyek Pani EMAS Bakal...
EMAS merupakan bagian dari MDKA yang mengelola tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi dan tambang tembaga Wetar. FOTO/MDKA
A A A
JAKARTA - Prospek emiten baru di pasar modal, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), dinilai cukup positif lantaran telah memasuki fase produksi dalam waktu dekat. EMAS merupakan bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), yang mengelola tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi dan tambang tembaga Wetar.

EMAS saat ini juga mengelola Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, yang memiliki sumber daya sekitar 7 juta ons emas. Rencananya, produksi emas secara komersil akan mulai dilakukan pada kuartal I-2026.

Baca Juga: Harga Terus Naik, BSI Catat Penjualan 1 Ton Emas

Proyek tersebut dirancang berbiaya rendah dan berumur panjang dengan target produksi puncak sebesar 500.000 ons per tahun. Apalagi, mengacu pada prospektus yang dipublikasikan perseroan, total sumber daya emas 7 juta ons.

Head of Research Kiwoom ekuritas Indonesia Liza Camelia mengatakan, saat ini valuasi EMAS lebih bertumpu pada prospek masa depan Pani yang cadangannya hampir mencapai 7 juta oz. "Dan berpotensi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Asia Pasifik," katanya di Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Dia mengatakan, Proyek Pani menargetkan kapasitas 145 ribu oz per tahun dengan cash cost sekitar USD800/oz dan AISC USD990/oz. Adpaun posisi saat ini adalah 115.000 oz per tahun, cash cost USD1.017/oz, dan AISC USD1.337/oz. Dengan asumsi faktor kapasitas 90%, produksi Pani 130.000 oz, maka total produksi emas MDKA yang menjadi induk EMAS pada tahun depan mencapai 235.000 oz.

Menurut Liza, pendapatan segmen emas 2026 senilai USD533 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu senilai USD261 juta, dengan rata-rata cash cost diproyeksikan turun menjadi USD950/oz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Rekomendasi
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Suka Takut Minum Vitamin...
Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Berita Terkini
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved