Badai Likuidasi Hantam Pasar Kripto, Bagaimana Strategi Investasi yang Tepat?

Minggu, 28 September 2025 - 18:00 WIB
loading...
Badai Likuidasi Hantam...
Pasar aset kripto kembali tertekan pada akhir pekan ini seiring gelombang likuidasi besar-besaran di berbagai platform perdagangan. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Pasar aset kripto kembali tertekan pada akhir pekan ini seiring gelombang likuidasi besar-besaran di berbagai platform perdagangan. Dalam 24 jam terakhir, total nilai posisi yang terlikuidasi mencapai lebih dari USD1,13 miliar atau sekitar Rp19 triliun. Mayoritas berasal dari posisi long, menandakan banyak investor optimistis terpaksa menutup transaksi akibat penurunan harga.

Data CoinGlass menunjukkan likuidasi posisi long mencapai USD1,01 miliar, dengan Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC) mencatatkan porsi terbesar masing-masing USD365 juta dan USD262 juta. Harga BTC turun sekitar 2 persen dalam sehari, sempat menembus di bawah USD109.400, sementara ETH melemah ke level USD3.900.

Baca Juga: Purbaya Tarik Pajak Kripto hingga Fintech Rp41 Triliun per Agustus 2025

Aset kripto lain pun tidak luput dari koreksi. Dogecoin (DOGE) anjlok lebih dari 4 persen, XRP melemah 4 persen, dan Solana (SOL) turun hingga 5 persen. Kondisi ini membuat kapitalisasi pasar kripto global menyusut hampir 3 persen menjadi sekitar usd 3,7 triliun.

Vice President indodax, Antony Kusuma, menilai volatilitas tinggi saat ini bukan hanya menjadi ancaman, tetapi juga peluang bagi investor. "Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk akumulasi strategis, terutama bagi investor yang memiliki orientasi jangka panjang," ujar dia melalui pernyataan tertulis, Minggu (28/9/2025).

Antony menambahkan, gelombang likuidasi sering kali membuka ruang untuk membeli aset di level harga lebih rendah. Ia menyoroti data on-chain yang menunjukkan cadangan BTC di bursa kripto turun ke titik terendah tahun ini, yakni 2,4 juta BTC. "Hal ini menandakan kepercayaan investor jangka panjang masih kuat," katanya.

Menurut dia penurunan harga yang terjadi setelah pemangkasan suku bunga Federal Reserve merupakan fenomena wajar. Pasar biasanya memasuki fase konsolidasi sebelum kembali mencatatkan pertumbuhan baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
Upbit Indonesia Bagikan...
Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah Memulai Investasi Kripto bagi Pemula
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Rekomendasi
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Bagaimana Strategi Houthi...
Bagaimana Strategi Houthi untuk Meledakkan Kapal Induk AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved