Rumah Subsidi Banyak yang Mangkrak, Purbaya Ancam Tarik Dana FLPP

Senin, 29 September 2025 - 19:27 WIB
loading...
Rumah Subsidi Banyak...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/LPS/dok.SindoNews
A A A
BOGOR - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan menarik kembali anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun depan apabila realisasi penyalurannya tidak optimal pada 2025. Menurut dia, dana tersebut lebih baik dialihkan ke sektor lain yang dinilai lebih siap dan produktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kalau tidak terserap 100 persen, ya uangnya kita ambil lagi. Kita alihkan ke program lain yang lebih siap. Supaya perputaran uang bisa lebih cepat memberikan dampak ekonomi," kata Purbaya usai menghadiri acara Akad Massal Perumahan di Cileungsi, Bogor, Senin (29/9).

Baca Juga: Purbaya Sidak Kantor BNI: Saya Mau Lihat Bagaimana Kerja Mereka

Purbaya menambahkan, kebijakan ini sudah disampaikan kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Ia menegaskan tidak akan membiarkan dana program subsidi perumahan mengendap tanpa memberi manfaat optimal bagi masyarakat dan perekonomian.

"Saya yakin menteri perumahan akan mempercepat realisasi, karena mereka tahu kalau uangnya tidak terpakai, akan saya tarik dan distribusikan ke program lain yang lebih siap. Dampak ekonominya akan lebih besar daripada dana yang hanya diam," ujarnya.

Di sisi lain, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan, kuota penyaluran FLPP pada 2025 ditingkatkan menjadi 350 ribu unit rumah subsidi. Angka ini melonjak dari tahun lalu yang berada pada kisaran 220 ribu unit.

Berdasarkan data hingga 26 September 2025, realisasi KPR FLPP tercatat 183.058 unit. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 151.902 unit. Namun, masih terdapat sisa kuota lebih dari 100 ribu unit hingga akhir September ini.

"Tahun lalu kuota habis pada September, sekarang masih sisa banyak. Kita akan dorong agar pengembang lebih semangat membangun," kata Maruarar.

Baca Juga: Purbaya: Pajak Naik Terus Menerus Bisa Bunuh Ekonomi

Ia menambahkan, penerima manfaat FLPP mayoritas adalah karyawan swasta sebesar 75,15 persen, disusul wiraswasta 12,91 persen, PNS 7,04 persen, TNI/Polri 1,97 persen, dan lainnya 2,92 persen. "Masih ada 9,9 juta orang belum punya rumah. Dengan peningkatan kuota, diharapkan lebih banyak masyarakat bisa memiliki rumah subsidi," kata Maruarar.

Sebagaimana diketahui, bergulirnya program rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah masih menghadapi sejumlah tantangan. Program rumah bersubsidi melalui FLPP yang bergulir sejak tahun 2010 masih kerap ditemukan bermasalah, antara lain proyek telantar, rumah tak layak huni, ataupun rumah ditinggalkan pemiliknya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Dukung UMKM, Menkeu...
Dukung UMKM, Menkeu Purbaya Kenakan Jaket Kulit Buatan Garut
Rekomendasi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
Banyak Rudal ATACMS...
Banyak Rudal ATACMS yang Dikirim AS ke Ukraina Kedaluwarsa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved