Agro Santara Binaan Pertamina Ekspor 10,4 Ton Kayu Manis ke Turki
Selasa, 30 September 2025 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
Agro Santara Indonesia lahir dari mimpi besar dua pemuda asal Kerinci, Rizqi dan Hafiz, yang ingin memperkenalkan kayu manis asal daerahnya ke pasar dunia. Berbekal studi di Amerika dalam bidang Environment and Sustainability, kedua pendiri Agro Santara Indonesia ini mulai belajar dan memahami standar global untuk komoditas kayu manis.
Langkah pertama adalah menggandeng Kelompok Tani Sehati yang beranggotakan 20 petani di desanya. Lalu, mengembangkan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan, mulai dari pembibitan, penanaman ulang, hingga inovasi penyimpanan karbon. Selain itu, Agro Santara Indonesia juga memperkenalkan sistem blockchain traceability agar kualitas produk bisa dilacak dari kebun hingga titik ekspor, serta menggunakan kemasan dengan QR code untuk meningkatkan kepercayaan konsumen internasional.
Baca Juga: Pikat Buyer Global, Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2025 Catat Transaksi Rp2 Miliar
Berkat keberanian dan ketekunan, pada tahun 2025 Agro Santara Indonesia berhasil lolos seleksi PFmuda sebagai pemenang kategori sociopreneur, dan memperoleh pendanaan dari Pertamina untuk memperkuat peralatan pertanian agar memenuhi standar ekspor. Dengan dukungan ekosistem PFmuda, Agro Santara Indonesia akhirnya mampu menjalin kerja sama dengan pasar luar negeri dan ekspor perdana ke Turki.
"Bagi kami, ekspor perdana ini bukan hanya tentang angka penjualan, melainkan tentang produk lokal yang mampu dikenal dunia. Dengan dukungan Pertamina, kami bisa membuktikan bahwa kayu manis dari desa kecil di Jambi mampu menembus pasar global. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas dan keberlanjutan," ujar Rizqi, Founder Agro Santara Indonesia.
Agus Mashud S. Asngari, President Director Pertamina Foundation menambahkan penjelasan mengenai peran program yang dijalankannya. "PFmuda merupakan salah satu program unggulan Pertamina melalui Pertamina Foundation. Program ini dirancang untuk mencetak sociopreneur muda yang mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Keberhasilan Agro Santara menjadi bukti bahwa model pembinaan yang kami lakukan berhasil melahirkan wirausahawan sosial yang berdaya saing global," ujarnya.
Langkah pertama adalah menggandeng Kelompok Tani Sehati yang beranggotakan 20 petani di desanya. Lalu, mengembangkan praktik budidaya yang lebih berkelanjutan, mulai dari pembibitan, penanaman ulang, hingga inovasi penyimpanan karbon. Selain itu, Agro Santara Indonesia juga memperkenalkan sistem blockchain traceability agar kualitas produk bisa dilacak dari kebun hingga titik ekspor, serta menggunakan kemasan dengan QR code untuk meningkatkan kepercayaan konsumen internasional.
Baca Juga: Pikat Buyer Global, Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2025 Catat Transaksi Rp2 Miliar
Berkat keberanian dan ketekunan, pada tahun 2025 Agro Santara Indonesia berhasil lolos seleksi PFmuda sebagai pemenang kategori sociopreneur, dan memperoleh pendanaan dari Pertamina untuk memperkuat peralatan pertanian agar memenuhi standar ekspor. Dengan dukungan ekosistem PFmuda, Agro Santara Indonesia akhirnya mampu menjalin kerja sama dengan pasar luar negeri dan ekspor perdana ke Turki.
"Bagi kami, ekspor perdana ini bukan hanya tentang angka penjualan, melainkan tentang produk lokal yang mampu dikenal dunia. Dengan dukungan Pertamina, kami bisa membuktikan bahwa kayu manis dari desa kecil di Jambi mampu menembus pasar global. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas dan keberlanjutan," ujar Rizqi, Founder Agro Santara Indonesia.
Agus Mashud S. Asngari, President Director Pertamina Foundation menambahkan penjelasan mengenai peran program yang dijalankannya. "PFmuda merupakan salah satu program unggulan Pertamina melalui Pertamina Foundation. Program ini dirancang untuk mencetak sociopreneur muda yang mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Keberhasilan Agro Santara menjadi bukti bahwa model pembinaan yang kami lakukan berhasil melahirkan wirausahawan sosial yang berdaya saing global," ujarnya.
Lihat Juga :