Kolaborasi Dorong Indonesia Jadi Hub Aset Kripto di Asia Tenggara

Kamis, 02 Oktober 2025 - 17:55 WIB
loading...
Kolaborasi Dorong Indonesia...
Indonesia kian mendapat sorotan positif di panggung internasional berkat pendekatan regulasi kolaboratif dalam mengembangkan ekosistem aset kripto. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Indonesia kian mendapat sorotan positif di panggung internasional berkat pendekatan regulasi kolaboratif dalam mengembangkan ekosistem aset kripto. Model regulasi tersebut dipaparkan PT Central Finansial X (CFX), bursa aset kripto pertama di Indonesia yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam ajang TOKEN2049 di Singapura, Kamis (2/10).

Direktur Utama Bursa CFX Subani menegaskan, partisipasi Indonesia dalam forum internasional itu dimanfaatkan untuk memperkenalkan keunggulan industri kripto nasional. Ia menyebut, kekuatan Indonesia terletak pada kerangka regulasi yang akomodatif dan kolaboratif, serta dukungan ekosistem lengkap mulai dari OJK sebagai regulator, Bursa CFX, lembaga kliring, lembaga kustodian, hingga Pedagang Aset Keuangan Digital.

"Partisipasi di TOKEN2049 adalah bentuk komitmen kami dalam memajukan industri aset kripto nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia berpotensi besar menjadi pusat perdagangan aset kripto di Asia Tenggara," ujar Subani dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Purbaya Tarik Pajak Kripto hingga Fintech Rp41 Triliun per Agustus 2025

Menurut dia, pendekatan regulasi kolaboratif Indonesia sejalan dengan tren global yang bergerak dari ekosistem tak teregulasi menuju pasar yang lebih teregulasi dan terpercaya. Data kuartal II-2025 menunjukkan pasar spot lokal yang teregulasi tumbuh 6,9 persen, berbanding terbalik dengan pasar spot global yang tidak teregulasi dan justru turun 27,7 persen pada periode yang sama.

Lonjakan kepercayaan terhadap pasar kripto domestik yang teregulasi turut berdampak pada peningkatan jumlah konsumen. Berdasarkan data OJK, jumlah konsumen kripto mencapai 16,5 juta per Juli 2025, tumbuh 27,10 persen dibandingkan posisi akhir Januari 2025 yang baru mencatat 12,9 juta.

Subani menilai, pencapaian ini baru merupakan fase awal pertumbuhan industri. Hal itu sekaligus membuka ruang yang masih luas bagi pengembangan di masa mendatang. Untuk itu, Bursa CFX akan fokus pada pendalaman pasar melalui pengembangan produk bernilai tambah dan perluasan pemanfaatan aset kripto.

"Kami akan mendorong inovasi dengan menghadirkan produk yang lebih relevan, seperti stablecoin berbasis rupiah guna meningkatkan likuiditas, pemanfaatan untuk transaksi remitansi lintas negara, hingga optimalisasi aset kripto sebagai jaminan pinjaman," kata Subani.

Ia menambahkan, peluang investor global untuk berpartisipasi di pasar kripto Indonesia sangat terbuka lebar. Regulasi yang suportif memungkinkan individu maupun entitas asing berinvestasi dengan kepastian hukum yang lebih jelas.

Baca Juga: Harga Bitcoin Melejit, Pergerakan Pasar Kripto Tembus Rp66.366 Triliun

Melalui kehadirannya di TOKEN2049, Bursa CFX berharap Indonesia tak hanya dipandang sebagai pasar transaksi, melainkan juga sebagai pusat ekosistem kripto regional. Subani optimistis, kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, dan investor dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai hub aset kripto Asia Tenggara. "Capaian ini harus menjadi katalis bagi Indonesia dalam memperkuat posisi di rantai nilai industri kripto global," ujarnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Kapitalisasi Tokenisasi...
Kapitalisasi Tokenisasi Aset Tembus USD32,18 Miliar, PINTU Tambah 48 Pilihan Aset
NHM Dorong Pembelajaran...
NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC
Tokenisasi Aset Pintu...
Tokenisasi Aset Pintu Meroket Capai USD29 Miliar di 2026
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Kolaborasi ESG Dorong...
Kolaborasi ESG Dorong Gerakan Penghijauan di Tengah Pesatnya Pembangunan Kaltim
Teken MoU, Budi Luhur...
Teken MoU, Budi Luhur University Perluas Kerja Sama Akademik Internasional
Rekomendasi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved