3 Alasan Menkeu Purbaya Sebut Pertamina Malas-malasan

Kamis, 02 Oktober 2025 - 18:06 WIB
loading...
3 Alasan Menkeu Purbaya...
Setidaknya ada tiga alasan yang membuat Menkeu Purbaya menyoroti kinerja PT Pertamina (Persero) yang menurutnya malas-malasan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melayangkan kritik keras terhadap PT Pertamina (Persero) yang menurutnya malas membangun kilang baru. Kekesalan Purbaya dipicu oleh membengkaknya subsidi energi yang terus naik dari tahun ke tahun.

Setidaknya ada tiga alasan yang membuat Menkeu Purbaya menyoroti kinerja perusahaan energi pelat merah tersebut. Saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Purbaya terang-terangan menyebut Pertamina lamban dan 'malas-malasan' dalam membangun kilang minyak baru.

Berikut 3 poin di balik pernyataan Purbaya soal Pertamina malas-malasan

1. Tak Punya Kilang Baru

Purbaya membeberkan bahwa sampai sekarang Indonesia tidak memiliki kilang baru. Bahkan Ia membongkar pernah meminta Pertamina untuk membangun kilang baru pada tahun 2018, dan menyodorkan investor.

Baca Juga: Purbaya Kesal Pertamina Malas-malasan Bangun Kilang: Ganti Aja Dirutnya!

"Mereka (Pertamina) janji akan bangun 7 kilang baru dalam waktu 5 tahun. Tapi sampai sekarang kan tidak ada satu pun. Jadi bapak (Komisi XI DPR) tolong kontrol mereka juga. Dari saya kontrol, dari bapak-bapak kontrol," ungkapnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR, dikutip Kamis (2/10/2025).

Ditekankan oleh Purbaya bahwa Indonesia sebenarnya mampu membangun kilang. Namun Purbaya menilai Pertamina malas-malasan dalam pengembangan proyek tersebut.

Bahkan Purbaya mengaku pernah memberikan tawaran kepada Pertamina, bahwa ada investor dari China yang berminat membangun kilang di Indonesia. Dalam tawaran itu, Pertamina akan memiliki kilang tersebut secara gratis setelah 30 tahun.

"Pertamina bilang: kami keberatan dengan usul tersebut, karena kami sudah overcapacity. Waktu itu saya kaget, overcapacity apa? Kami sudah berencana bangun 7 kilang baru, satu pun nggak jadi kan. Tapi ke depan akan jadi, sampai sekarang nggak jadi. Yang ada malah beberapa dibakarkan," ungkap Purbaya.

2. Subsidi Membengkak

Atas dasar itu, Ia meminta kepada DPR RI untuk ikut mengawasai Pertamina, supaya Indonesia bisa mengurangi subsidi. Dan dengan adanya kilang baru, Purbaya menilai harga produk BBM bisa lebih murah dan tepat sasaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pascaramai Diprotes,...
Pascaramai Diprotes, Menkeu Purbaya Klaim 95,45% Pencairan JHT Bebas Pajak
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Banjir Tapanuli Tengah...
Banjir Tapanuli Tengah Jadi Alarm, YSSC Desak Gerakan Nyata Pulihkan Hutan
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar The Future of Jakarta: JAKI Smart City Innovation & Digital Public Service, Kupas Inovasi Layanan Publik Digital
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
Berita Terkini
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved