MHU Dorong Kemandirian Desa Melalui Vokasi dan Kakao
Kamis, 02 Oktober 2025 - 22:46 WIB
loading...
A
A
A
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak berhenti di pendidikan formal. MHU bersama kelompok masyarakat Dayak Kenyah di Desa Lung Anai mengembangkan inisiatif "Rumah Cokelat Lung Anai" yang mengolah potensi kakao lokal menjadi produk bernilai tambah.
Program ini melibatkan sekitar 50 petani dengan lahan 100 hektare. Setiap petani rata-rata mengelola dua hektare kebun dan mampu meningkatkan pendapatan hingga empat kali lipat setelah hasil panen diolah menjadi produk cokelat kemasan.
Selain menjadi pusat produksi, Rumah Cokelat Lung Anai juga difungsikan sebagai tempat pelatihan budidaya, pengolahan kakao, hingga destinasi agrowisata. Program ini membuka ruang partisipasi lebih besar bagi perempuan, terutama pada tahap pengolahan dan pemasaran.
Pengembangan Rumah Cokelat Lung Anai dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Usaha Milik Desa, Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, universitas lokal, serta lembaga penelitian kakao. Dukungan ini mencakup penyediaan mesin pengolahan, rumah pengering, hingga renovasi fasilitas produksi sesuai standar keamanan pangan.
MHU menegaskan komitmennya agar keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Melalui pendidikan kesetaraan dan Rumah Cokelat Lung Anai, kami berupaya menghadirkan peluang baru yang bermanfaat jangka panjang," ujar Mining Support Division Head MHU, Wiwin S, dikutip Kamis (2/10).
Program ini melibatkan sekitar 50 petani dengan lahan 100 hektare. Setiap petani rata-rata mengelola dua hektare kebun dan mampu meningkatkan pendapatan hingga empat kali lipat setelah hasil panen diolah menjadi produk cokelat kemasan.
Selain menjadi pusat produksi, Rumah Cokelat Lung Anai juga difungsikan sebagai tempat pelatihan budidaya, pengolahan kakao, hingga destinasi agrowisata. Program ini membuka ruang partisipasi lebih besar bagi perempuan, terutama pada tahap pengolahan dan pemasaran.
Pengembangan Rumah Cokelat Lung Anai dilakukan secara kolaboratif bersama Badan Usaha Milik Desa, Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, universitas lokal, serta lembaga penelitian kakao. Dukungan ini mencakup penyediaan mesin pengolahan, rumah pengering, hingga renovasi fasilitas produksi sesuai standar keamanan pangan.
MHU menegaskan komitmennya agar keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Melalui pendidikan kesetaraan dan Rumah Cokelat Lung Anai, kami berupaya menghadirkan peluang baru yang bermanfaat jangka panjang," ujar Mining Support Division Head MHU, Wiwin S, dikutip Kamis (2/10).
Lihat Juga :