Indonesia Kukuhkan Posisi sebagai Hub Industri Furnitur Asia Tenggara
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 17:10 WIB
loading...
Re:Create Stage dalam rangkaian pameran perdana interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia (IHFI). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pameran perdana interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia (IHFI) berhasil menutup gelaran akbarnya pada 24-27 September 2025. Bersamaan dengan IFMAC & WOODMAC, ajang terintegrasi ini sukses menyatukan rantai pasok industri furnitur, desain interior, perangkat keras, hingga mesin pengolahan kayu paling lengkap di Asia Tenggara.
Antusiasme pasar tercermin dari jumlah kehadiran yang memuaskan. Total 13.689 pengunjung bisnis memadati JIExpo Kemayoran, Jakarta, untuk bertemu dengan 482 peserta pameran yang berasal dari 49 negara. Pencapaian ini menegaskan peran strategis Indonesia yang kian kokoh sebagai pusat desain, produksi, dan inovasi manufaktur regional.
"Debut ini merupakan awal yang kuat untuk menjadikan interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia sebagai platform jangka panjang di Asia Tenggara," ujar Managing Director & VP Asia-Pacific Koelnmesse Pte Ltd, Mathias Kuepper, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/10).
Baca Juga: Kolaborasi dan Inovasi Industri Furnitur Perkuat Daya Saing Global
Pihaknya menargetkan lebih banyak partisipasi internasional dan paviliun nasional pada tahun mendatang. Senada dengan Koelnmesse, Direktur WAKENI, Rini Sumardi, menyebut kolaborasi pameran ini berhasil menyatukan seluruh mata rantai industri, mulai dari bahan baku mentah hingga solusi akhir. Sorotan utama acara terletak pada Re:Create Stage, yang menghadirkan diskusi mendalam mengenai material sirkular, konsep desain multifungsi, hingga ekosistem material alternatif.
Program diskusi tersebut mendapat respons positif dari praktisi desain dan pelaku industri yang menilai sesi tersebut memberikan wawasan praktis serta nilai tambah signifikan bagi acara. Para peserta pameran juga menyoroti potensi besar Indonesia, tidak hanya sebagai pasar yang berkembang pesat, tetapi juga sebagai pintu gerbang utama menuju Asia Tenggara.
Baca Juga: Mitra Binaan Bank Jatim Ikuti IFEX 2025, Tingkatkan Peluang Ekspor
Philipp Senft dari Lamello AG, misalnya, menilai pasar furnitur Indonesia kini menuntut investasi teknologi terbaru agar tetap kompetitif. Sementara itu, Aaron Boo dari Phyta Asia menekankan bahwa acara ini efektif membuka peluang untuk bertemu calon pelanggan dan mitra potensial di pasar regional.
Dengan keberhasilan debut ini, Jakarta semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pertemuan industri furnitur, desain, perangkat keras, dan pengerjaan kayu. Interzum Jakarta, IHFI, serta IFMAC & WOODMAC dijadwalkan kembali pada 23–26 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Antusiasme pasar tercermin dari jumlah kehadiran yang memuaskan. Total 13.689 pengunjung bisnis memadati JIExpo Kemayoran, Jakarta, untuk bertemu dengan 482 peserta pameran yang berasal dari 49 negara. Pencapaian ini menegaskan peran strategis Indonesia yang kian kokoh sebagai pusat desain, produksi, dan inovasi manufaktur regional.
"Debut ini merupakan awal yang kuat untuk menjadikan interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia sebagai platform jangka panjang di Asia Tenggara," ujar Managing Director & VP Asia-Pacific Koelnmesse Pte Ltd, Mathias Kuepper, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/10).
Baca Juga: Kolaborasi dan Inovasi Industri Furnitur Perkuat Daya Saing Global
Pihaknya menargetkan lebih banyak partisipasi internasional dan paviliun nasional pada tahun mendatang. Senada dengan Koelnmesse, Direktur WAKENI, Rini Sumardi, menyebut kolaborasi pameran ini berhasil menyatukan seluruh mata rantai industri, mulai dari bahan baku mentah hingga solusi akhir. Sorotan utama acara terletak pada Re:Create Stage, yang menghadirkan diskusi mendalam mengenai material sirkular, konsep desain multifungsi, hingga ekosistem material alternatif.
Program diskusi tersebut mendapat respons positif dari praktisi desain dan pelaku industri yang menilai sesi tersebut memberikan wawasan praktis serta nilai tambah signifikan bagi acara. Para peserta pameran juga menyoroti potensi besar Indonesia, tidak hanya sebagai pasar yang berkembang pesat, tetapi juga sebagai pintu gerbang utama menuju Asia Tenggara.
Baca Juga: Mitra Binaan Bank Jatim Ikuti IFEX 2025, Tingkatkan Peluang Ekspor
Philipp Senft dari Lamello AG, misalnya, menilai pasar furnitur Indonesia kini menuntut investasi teknologi terbaru agar tetap kompetitif. Sementara itu, Aaron Boo dari Phyta Asia menekankan bahwa acara ini efektif membuka peluang untuk bertemu calon pelanggan dan mitra potensial di pasar regional.
Dengan keberhasilan debut ini, Jakarta semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pertemuan industri furnitur, desain, perangkat keras, dan pengerjaan kayu. Interzum Jakarta, IHFI, serta IFMAC & WOODMAC dijadwalkan kembali pada 23–26 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
(nng)
Lihat Juga :