Jurus Jitu Menangkal Serangan Siber bagi Perusahaan Manufaktur

Minggu, 05 Oktober 2025 - 14:25 WIB
loading...
Jurus Jitu Menangkal...
Pendekatan terpadu menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber modern, di tengah meningkatnya konektivitas dan kompleksitas sistem Operational Technology (OT). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya konektivitas dan kompleksitas sistem Operational Technology (OT), banyak perusahaan masih mengandalkan solusi keamanan jaringan (network access) secara silo. Alih-alih mengamankan, penggunaan infrastruktur semacam itu justru berisiko membuka celah bagi serangan siber yang dapat mengganggu operasional.

Maka dari itu, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menawarkan dua solusi sekaligus, yakni Fortinet SASE dan Fortinet OT Security untuk pasar Indonesia. Solusi-solusi yang dikembangkan oleh Fortinet, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat, ini dirancang untuk memperkuat sistem pertahanan di era konvergensi IT dan OT, sekaligus menyederhanakan pengelolaan jaringan secara menyeluruh.

Baca Juga: Serangan Siber Berbasis AI Semakin Sporadis

Section Head Network Presales Multipolar Technology, Adi Anggara menjelaskan, bahwa pendekatan terpadu menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber modern. Hal itu disampaikan Anggara dalam focus group discussion bertema “Securing the Future of OT & Network Access with Fortinet Unified Cybersecurity” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology, Fortinet, dan Synnex Metrodata Indonesia di Discovery SCBD, Jakarta, Selasa (23/9).

Jurus Jitu Menangkal Serangan Siber bagi Perusahaan Manufaktur


Transformasi digital membuat perangkat OT semakin terhubung ke jaringan IT, menciptakan kebutuhan akan platform keamanan yang tidak hanya kuat, tapi juga fleksibel dan mudah dikelola,” kata Adi.

Fortinet SASE (Security Access Service Edge) menggabungkan berbagai komponen keamanan seperti Secure Internet Access, Secure Private Access, dan proteksi aplikasi (Software as a Service/SaaS) dalam satu platform cloud-delivered.

Solusi ini memungkinkan perusahaan dengan banyak cabang dan pekerja hybrid untuk menerapkan Zero Trust Network Access (ZTNA) secara konsisten. Dengan integrasi SD-WAN, Secure Web Gateway (SWG), Cloud Access Security Broker (CASB), Firewall-as-a-Service (FaaS), dan ZTNA, Fortinet SASE menyederhanakan pengelolaan jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Bagi perusahaan manufaktur, ini berarti akses aman ke aplikasi bisnis dari pabrik, kantor pusat, hingga tenaga kerja lapangan–tanpa perlu routing ke data center pusat.

Sementara itu Fortinet OT Security menawarkan perlindungan khusus untuk lingkungan OT. Dengan prinsip Zero Trust, solusi ini mengatur koneksi antar-perangkat OT maupun akses vendor secara ketat, serta memisahkan zona OT dari IT dan antar-line-up produksi untuk mencegah penyebaran serangan.

Baca Juga: Waspada Serangan Siber, OJK Mengingatkan Para Bankir

Fitur FortiGuard-nya menyediakan Intrusion Prevention System (IPS) yang dirancang khusus untuk protokol industri, membantu perusahaan mencegah downtime, melindungi data produksi, desain, dan sistem kontrol mesin. Bagi sektor manufaktur, ini bukan sekadar perlindungan digital–melainkan jaminan keberlangsungan bisnis.

“Downtime akibat serangan siber bisa berdampak besar pada produktivitas dan reputasi. Dengan pendekatan terpadu dari Fortinet, perusahaan dapat membangun sistem pertahanan yang adaptif dan berkelanjutan,” tambah Adi.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Krisis Nafta Landa Jepang,...
Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
Terjepit Dua Tekanan...
Terjepit Dua Tekanan Besar, Industri Manufaktur Indonesia Mendekati Batas Stagnasi
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur RI Kena Pukulan Ganda, Terhimpit Krisis Gas hingga Konflik Timur Tengah
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Refleksi Harkitnas 2026:...
Refleksi Harkitnas 2026: Berdaulat di Era Digital
Rekomendasi
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved