Makna Halal Bergeser! Bukan Saudi Arabia, China Jadi Negara Penghasil Produk Halal Terbesar

Senin, 06 Oktober 2025 - 16:27 WIB
loading...
Makna Halal Bergeser!...
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan alias Babe Haikal mengatakan, bahwa makna halal secara global telah mengalami pergeseran besar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) , Ahmad Haikal Hasan alias Babe Haikal mengatakan, bahwa makna halal secara global telah mengalami pergeseran besar. Hal ini ditandai oleh semakin banyaknya negara nonmuslim yang memiliki sertifikasi halal hingga ekspor produk halal .

Menurutnya konsep halal kini tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi telah menjadi simbol kebersihan, kesehatan, transparansi, dan keterlacakan sumber produk hingga bahan baku yang digunakan.

"Halal telah berubah. Halal sekarang menjadi simbol kebersihan, simbol kesehatan, transparansi, keterbukaan. Halal itu traceability, bisa ditelusuri sumbernya, jelas bahan-bahannya," ujarnya dalam media gathering di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Baca Juga: Industri Halal Indonesia Diaku Dunia, Kepala BPJPH: Semua Belajar dari Sistem Kita

Menurutnya penting menghapus pandangan sempit yang mengaitkan halal semata-mata dengan identitas agama Islam. Justru terang dia, kesadaran akan pentingnya produk halal kini justru banyak tumbuh di negara-negara non-Muslim. Ia memaparkan, bahwa produsen produk halal terbesar di dunia bukan berasal dari negara-negara Timur Tengah.

"Jangan lagi bawa-bawa kalau halal itu hanya untuk Muslim, atau kalau tidak halal berarti non-Muslim. Tidak boleh kalimat itu keluar," kata Babe Haikal.

"Negara pertama penghasil produk halal terbesar di dunia itu China, bukan Saudi Arabia. Negara kedua Brazil, bukan Yordania. Negara ketiga Amerika Serikat, bukan Kuwait, bukan Dubai, bukan UEA," sambungnya.

Ia menilai fakta tersebut menunjukkan bahwa kesadaran terhadap prinsip halal telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup global yang berorientasi pada kualitas dan kejujuran produk. "Artinya, mereka sudah masuk ke generasi sadar halal," kata Babe Haikal.

Baca Juga: BPJPH Tegaskan Mulai Oktober 2026 Seluruh Produk Wajib Kantongi Sertifikat Halal

Berdasarkan informasi, Brazil menempati posisi pertama sebagai eksportir makanan halal ke negara-negara anggota OKI (OIC) pada 2024, dengan nilai ekspor sekitar USD16,2 miliar. Amerika Serikat diketahui nilai ekspor produk makanan halal USD15,4 miliar, India sekitar USD14,4 miliar, dan China USD4,6 miliar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rantai Pasok...
Perkuat Rantai Pasok Global, Indonesia-China Tanda Tangani 'Recognition Agreement' Sertifikasi Halal
Strategi Baru UMKM Tangguh:...
Strategi Baru UMKM Tangguh: Memulai Kemandirian dari Toko Bahan Baku Halal
Puji Ritel Asal Korea,...
Puji Ritel Asal Korea, BPJPH: Investasi Asing Justru Peduli Aturan Halal
Dukung BPJPH, Industri...
Dukung BPJPH, Industri Tekstil Siap Penuhi Kewajiban Halal Oktober 2026
Produk AS Masuk RI Bawa...
Produk AS Masuk RI Bawa Logo Halal Sendiri, Kepala BPJPH Buka Suara
Menjadikan Ekonomi Halal...
Menjadikan Ekonomi Halal sebagai Kekuatan Utama melalui D-8 Halal Expo Indonesia 2026
Kawal Wajib Halal 2026,...
Kawal Wajib Halal 2026, ESQ Halal Center Resmi Diluncurkan
Raih Penghargaan MURI,...
Raih Penghargaan MURI, BPJPH Diapresiasi Berbagai Pihak
Kemenpar Apresiasi BPJPH...
Kemenpar Apresiasi BPJPH atas Kolaborasi Sertifikasi Halal 31.548 UMK Desa Wisata
Rekomendasi
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Berita Terkini
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved