BI Diterpa Isu Jual 11 Ton Cadangan Emas, Buat Apa?

Senin, 06 Oktober 2025 - 20:52 WIB
loading...
BI Diterpa Isu Jual...
Isu mengenai penjualan cadangan emas batangan oleh Bank Indonesia (BI) mencuat ke publik, seperti diungkap pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Isu mengenai penjualan cadangan emas batangan oleh Bank Indonesia (BI) mencuat ke publik. Berdasarkan data yang diklaim berasal dari Dana Moneter Internasional (IMF), BI disebut telah menjual 11 ton emas batangan hingga bulan September 2025.

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menduga langkah penjualan emas ini dilakukan BI untuk memperkuat intervensi di pasar internasional, terutama di tengah tingginya harga logam mulia dunia.

“Berdasarkan informasi dari IMF, Bank Indonesia sampai bulan September telah menjual emas batangannya sebanyak 11 ton,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Senin (6/10/2025).

Ibrahim menilai, informasi ini luput dari perhatian banyak media dan mengindikasikan adanya kebutuhan dana tunai dalam Dolar AS dalam jumlah besar. Baca Juga: Daftar 20 Negara dengan Cadangan Emas Terbanyak, RI Masuk Nggak?

“Bisa saja Bank Indonesia saat ini melakukan intervensi di pasar internasional membutuhkan dana yang cukup besar. Sehingga wajar lah harga logam mulia naik tinggi, kemudian cara satu-satunya untuk mendapatkan Dolar secara cash, cara satu-satunya adalah menjual emas batangan,” papar Ibrahim.

Menurutnya, langkah ini menjadi cara BI agar tetap memiliki kekuatan untuk melakukan intervensi, terutama dalam menjaga stabilitas mata uang dan kondisi pasar. Intervensi ini tidak hanya bertujuan menstabilkan Rupiah, tetapi juga kemungkinan diperlukan untuk membantu pemerintah dalam lelang obligasi.

“Sehingga sampai saat ini Bank Indonesia masih kuat untuk melakukan intervensi di pasar internasional. Kita tahu bahwa setiap hari Sabtu, Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar internasional, kemudian di sisi lain mungkin Bank Indonesia memerlukan dana cukup besar untuk membantu pemerintah dalam lelang obligasi yang membeli Bank Indonesia,” jelasnya.

Ibrahim pun mendesak agar media massa menanyakan langsung kepada BI terkait kebenaran penjualan cadangan emas sebesar 11 ton yang Ia sebut dilakukan secara diam-diam. “Nah ini yang harus media infokan ya, bertanya ke BI kenapa jual logam mulia sebesar 11 ton secara diam-diam,” pungkas Ibrahim.

Baca Juga: Emas Jadi Aset Cadangan Terbesar Kedua di Dunia, 36.000 Ton Emas Disimpan Bank Sentral

Berdasarkan data publik dari World Gold Council per September 2024, cadangan emas Bank Indonesia tercatat sebesar 78,6 ton. Data historis World Gold Council menunjukkan bahwa transaksi jual emas terakhir oleh BI yang tercatat adalah pada Juni 2018 sebesar 2,1 ton.

Hingga saat ini, belum ditemukan data resmi dari IMF maupun Bank Indonesia yang secara eksplisit mengkonfirmasi penjualan 11 ton emas batangan oleh BI per September 2025.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Rekomendasi
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Infografis
Negara Arab dengan Cadangan...
Negara Arab dengan Cadangan Emas Terbesar di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved