Indonesia Butuh Rp3.500 Triliun Danai Mitigasi Perubahan Iklim, APBN Hanya Sanggup 15%
Rabu, 08 Oktober 2025 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Ia menekankan bahwa Indonesia harus memimpin melalui contoh dalam elemen pendanaan dan efisiensi, serta aktif secara kreatif melibatkan berbagai sektor untuk mencari kemungkinan-kemungkinan baru terkait pendanaan ramah lingkungan atau ecofinancing.
Senada, Koordinator Residen PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, menekankan pentingnya solidaritas global dan kemitraan publik–swasta. Ia menyebut, waktu untuk perubahan bertahap sudah berlalu.
"Kini saatnya kita bertindak berani dan berinvestasi dengan bijak untuk menjadikan keberlanjutan sebagai keunggulan strategis bagi sektor swasta Indonesia dan masyarakatnya," tegasnya.
Baca Juga: Hashim Tegaskan Komitmen Pemerintahan Prabowo Atasi Perubahan Iklim
PBB, lanjut Gita, berkomitmen mendukung IGCN melalui mobilisasi pembiayaan inovatif, seperti obligasi SDG korporasi (corporate SDG bonds), obligasi biru (blue bonds), dan sukuk hijau (green sukuk), agar investasi berkelanjutan dapat memperkuat pembangunan nasional sekaligus kinerja bisnis perusahaan.
Senada, Koordinator Residen PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, menekankan pentingnya solidaritas global dan kemitraan publik–swasta. Ia menyebut, waktu untuk perubahan bertahap sudah berlalu.
"Kini saatnya kita bertindak berani dan berinvestasi dengan bijak untuk menjadikan keberlanjutan sebagai keunggulan strategis bagi sektor swasta Indonesia dan masyarakatnya," tegasnya.
Baca Juga: Hashim Tegaskan Komitmen Pemerintahan Prabowo Atasi Perubahan Iklim
PBB, lanjut Gita, berkomitmen mendukung IGCN melalui mobilisasi pembiayaan inovatif, seperti obligasi SDG korporasi (corporate SDG bonds), obligasi biru (blue bonds), dan sukuk hijau (green sukuk), agar investasi berkelanjutan dapat memperkuat pembangunan nasional sekaligus kinerja bisnis perusahaan.
Lihat Juga :