Dapat Duit Rp10 Triliun dari Purbaya, Dirut BSI: Sebentar Lagi Juga Habis

Rabu, 08 Oktober 2025 - 17:33 WIB
loading...
Dapat Duit Rp10 Triliun...
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo memastikan, dana penempatan pemerintah senilai Rp10 triliun sudah disalurkan ke berbagai sektor riil dan produktif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau Bank BSI melaporkan telah menyalurkan lebih dari 50% dari total dana penempatan pemerintah senilai Rp10 triliun melalui skema penempatan dana di bank-bank milik negara (Himbara). Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo memastikan, bahwa dana tersebut sudah disalurkan ke berbagai sektor riil dan produktif.

“Kalau Pak Menteri ke kantor, nanti saya ceritakan. Pokoknya sudah lebih tinggi dari 50 persen. Tapi untuk angka pastinya, nanti ya,” ujar Anggoro di sela-sela Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Anggoro menjelaskan, dana penempatan itu difokuskan untuk pembiayaan berbasis syariah, terutama sektor-sektor yang mendukung perekonomian masyarakat seperti UMKM, pembiayaan haji dan umrah, serta penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.

Baca Juga: Kebagian Dana Rp55 Triliun dari Purbaya, Bank Mandiri Sudah Salurkan 63 Persen

“Oh iya, UMKM yang terkait dengan ekosistem haji, umrah, ekonomi Islam, gadai juga termasuk, cicil emas termasuk, juga supply chain di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Selain itu, kami juga bisa membiayai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terkait dengan ekosistem kami,” tutur Anggoro.

Sambung Anggoro menambahkan, permintaan pembiayaan di sektor syariah yang terus meningkat membuat penyerapan dana tersebut berlangsung cepat. Dengan demikian, Anggoro optimistis dana Rp10 triliun itu akan tersalurkan seluruhnya sebelum akhir tahun.

“Sebentar lagi habis, tidak sampai lama, sebentar lagi juga habis,” katanya.

BSI menjadi satu-satunya bank syariah yang menerima penempatan dana pemerintah senilai Rp10 triliun. Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil sekaligus memperkuat likuiditas perbankan syariah nasional.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, bahwa bank-bank Himbara kini tidak lagi menghadapi kesulitan dalam menyalurkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun. Purbaya menilai peningkatan permintaan pembiayaan masyarakat menjadi sinyal positif bagi ekonomi nasional.

“Setahu saya enggak ada (kebingungan bank-bank Himbara), karena demand-nya juga mulai naik kelihatannya,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Baca Juga: Pemblokiran Rekening Nganggur Bikin Repot Nasabah BSI: Kebijakan Tanpa Lihat Data

Purbaya menjelaskan, dari total dana Rp200 triliun tersebut, masing-masing Bank Mandiri, BRI, dan BNI menerima Rp55 triliun, BTN sebesar Rp25 triliun, dan BSI Rp10 triliun.

“Kalau kemarin kan di (Bank) Mandiri pertumbuhan kreditnya sudah hampir 11 persen, rebound dari 8 persen, itu tanda awal bahwa kebijakan yang Rp200 triliun sepertinya mulai berdampak ke ekonomi,” jelasnya.

Diterangkan juga oleh Purbaya, meskipun penyaluran dana belum seluruhnya terealisasi, peningkatan pembiayaan terus terjadi dan memberikan efek positif terhadap sektor riil.

“Kan pencairannya enggak langsung, ada yang beberapa bulan ke depan. Tapi semuanya sudah dialokasikan, jadi enggak ada masalah, mereka kayaknya senang juga tuh,” ujar Purbaya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Rekomendasi
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Berita Terkini
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved