Sorotan 2026: Industri Kosmetik Halal Tak Lagi Niche, Siap Kuasai Pasar Utama!
Rabu, 08 Oktober 2025 - 16:20 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap produk halal tidak hanya tumbuh pada sektor makanan dan minuman, tetapi juga di industri kosmetik. Pemerintah menargetkan seluruh produk kosmetik yang beredar di Indonesia sudah tersertifikasi halal paling lambat Oktober 2026. Hal ini menuntut pelaku industri untuk memperkuat standar, rantai pasok, dan inovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
Bagi industri, sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan bagian penting dari upaya membangun kepercayaan konsumen. Saat ini kosmetik halal bukan sekadar menjadi simbol untuk pemenuhan nilai-nilai religius semata, melainkan juga menjadi jaminan kualitas, keamanan dan etika produk yang memperhatikan lingkungan berkelanjutan (sustainability) dan tanpa pengujian pada hewan (cruelty free).
Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menempatkan aspek halal sebagai prioritas dalam pengembangan produk. Upaya ini diwujudkan melalui penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) melalui seleksi bahan baku halal, proses produksi higienis, hingga fasilitas produksi yang memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB).
Selain itu, Perseroan juga menyediakan fasilitas edukasi publik seperti Oemah Herborist, wisata pabrik yang memungkinkan masyarakat melihat langsung proses pembuatan produk kosmetik dan perawatan tubuh dengan standar halal serta kualitas dan keamanan yang terjaga. Perseroan berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya aman dan berkualitas, tapi juga sesuai standar halal.
“Bagi kami, halal bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi komitmen untuk membangun kepercayaan konsumen. Mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga rantai distribusi, kami pastikan sesuai standar halal yang berlaku, baik untuk produk yang dipasarkan di Indonesia maupun untuk produk yang diekspor ke luar negeri,” ujar Sumardi Widjaja, Direktur Utama PT Victoria Care Indonesia Tbk.
Bagi industri, sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan bagian penting dari upaya membangun kepercayaan konsumen. Saat ini kosmetik halal bukan sekadar menjadi simbol untuk pemenuhan nilai-nilai religius semata, melainkan juga menjadi jaminan kualitas, keamanan dan etika produk yang memperhatikan lingkungan berkelanjutan (sustainability) dan tanpa pengujian pada hewan (cruelty free).
Sebagai bagian dari ekosistem tersebut, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menempatkan aspek halal sebagai prioritas dalam pengembangan produk. Upaya ini diwujudkan melalui penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) melalui seleksi bahan baku halal, proses produksi higienis, hingga fasilitas produksi yang memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB).
Selain itu, Perseroan juga menyediakan fasilitas edukasi publik seperti Oemah Herborist, wisata pabrik yang memungkinkan masyarakat melihat langsung proses pembuatan produk kosmetik dan perawatan tubuh dengan standar halal serta kualitas dan keamanan yang terjaga. Perseroan berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya aman dan berkualitas, tapi juga sesuai standar halal.
“Bagi kami, halal bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi komitmen untuk membangun kepercayaan konsumen. Mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga rantai distribusi, kami pastikan sesuai standar halal yang berlaku, baik untuk produk yang dipasarkan di Indonesia maupun untuk produk yang diekspor ke luar negeri,” ujar Sumardi Widjaja, Direktur Utama PT Victoria Care Indonesia Tbk.
Lihat Juga :