Bahlil Ungkap Daftar Negara yang Campur Etanol ke BBM, Brazil Sudah 100%
Kamis, 09 Oktober 2025 - 19:14 WIB
loading...
Menteri Bahlil Lahadalia mengatakan pencampuran etanol dalam kandungan BBM merupakan hal lazim di berbagai negara, berikut 10 daftar negara penggunanya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pencampuran etanol dalam BBM merupakan hal yang lazim di berbagai negara. Bahkan Brazil, ia sebut sudah mampu mencapai campuran 100% menggunakan etanol.
Ia mengatakan penggunaan etanol dalam campuran BBM sendiri merupakan upaya dalam mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran BBM pada kendaraan. Semakin tinggi kandungan etanol, maka emisi gas buang dianggap lebih rendah dibandingkan BBM murni.
"Di dunia sekarang ini lagi ramai di sosmed sekarang, menyangkut dengan E27, E30, E85, itu adalah bensin yang dicampur atau di blending dengan etanol. Brazil adalah negara yang mencampur bensinnya dengan etanol 27% mandatori. Tetapi di beberapa provinsi mereka, yang produksi etanolnya bagus, itu sampai sudah ada E100," ujar Bahlil di JCC Senayan, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga: Alasan 3 SPBU Asing Batal Beli BBM, Pertamina Buka Suara Soal Kandungan Etanol
Selain Brazil, Bahlil memaparkan beberapa negara lain yang sudah mencampur etanol dalam kandungan BBM. Seperti Amerika Serikat (AS) yang mencampur etanol 10% hingga 85% di beberapa bagian negara tersebut.
Ada juga India telah mencampur kandungan etanol di BBM sekitar 20% alias E20, Thailand menerapkan bioetanol untuk E20 sampai E85, Argentina mencampur etanol 12% untuk produk BBM. Sementara itu Jerman, Vietnam, Filipina, Perancis, dan China masing-masing telah mencampurkan kandungan etanol 10% untuk produk BBM-nya.
"Ini kebijakan yang dilakukan untuk apa? Yang pertama adalah memanfaatkan hasil sumber daya alam mereka untuk mengurangi impor. Yang kedua adalah untuk melahirkan energi yang bersih," sambungnya.
Sedangkan untuk Indonesia sendiri, Bahlil mengatakan akan didorong mandatori untuk menggunakan E10 alias mencampur kandungan etanol 10% untuk setiap produk BBM. Tujuannya untuk menekan angka impor BBM yang selama ini menjadi momok bagi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: BBM Pertamina Ditolak SPBU Swasta, Begini Kata Pengamat Soal Kandungan Etanol
Pada kesempatan itu, Bahlil juga membantah bahwa produk BBM dengan kandungan etanol kurang bagus digunakan untuk mesin kendaraan. Sebab beberapa negara yang disebut telah berhasil menggunakan etanol sebagai bahan bakar.
"Jadi sangatlah tidak benar kalau dibilang etanol itu tidak bagus. Buktinya di negara-negara lain sudah pakai barang ini. Mungkin yang tidak bagus itu yang mau impor, mau-mau mereka (importir) saja. Itu yang mereka anggap tidak bagus," pungkas Bahlil.
Ia mengatakan penggunaan etanol dalam campuran BBM sendiri merupakan upaya dalam mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan dari pembakaran BBM pada kendaraan. Semakin tinggi kandungan etanol, maka emisi gas buang dianggap lebih rendah dibandingkan BBM murni.
"Di dunia sekarang ini lagi ramai di sosmed sekarang, menyangkut dengan E27, E30, E85, itu adalah bensin yang dicampur atau di blending dengan etanol. Brazil adalah negara yang mencampur bensinnya dengan etanol 27% mandatori. Tetapi di beberapa provinsi mereka, yang produksi etanolnya bagus, itu sampai sudah ada E100," ujar Bahlil di JCC Senayan, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga: Alasan 3 SPBU Asing Batal Beli BBM, Pertamina Buka Suara Soal Kandungan Etanol
Selain Brazil, Bahlil memaparkan beberapa negara lain yang sudah mencampur etanol dalam kandungan BBM. Seperti Amerika Serikat (AS) yang mencampur etanol 10% hingga 85% di beberapa bagian negara tersebut.
Ada juga India telah mencampur kandungan etanol di BBM sekitar 20% alias E20, Thailand menerapkan bioetanol untuk E20 sampai E85, Argentina mencampur etanol 12% untuk produk BBM. Sementara itu Jerman, Vietnam, Filipina, Perancis, dan China masing-masing telah mencampurkan kandungan etanol 10% untuk produk BBM-nya.
"Ini kebijakan yang dilakukan untuk apa? Yang pertama adalah memanfaatkan hasil sumber daya alam mereka untuk mengurangi impor. Yang kedua adalah untuk melahirkan energi yang bersih," sambungnya.
Sedangkan untuk Indonesia sendiri, Bahlil mengatakan akan didorong mandatori untuk menggunakan E10 alias mencampur kandungan etanol 10% untuk setiap produk BBM. Tujuannya untuk menekan angka impor BBM yang selama ini menjadi momok bagi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: BBM Pertamina Ditolak SPBU Swasta, Begini Kata Pengamat Soal Kandungan Etanol
Pada kesempatan itu, Bahlil juga membantah bahwa produk BBM dengan kandungan etanol kurang bagus digunakan untuk mesin kendaraan. Sebab beberapa negara yang disebut telah berhasil menggunakan etanol sebagai bahan bakar.
"Jadi sangatlah tidak benar kalau dibilang etanol itu tidak bagus. Buktinya di negara-negara lain sudah pakai barang ini. Mungkin yang tidak bagus itu yang mau impor, mau-mau mereka (importir) saja. Itu yang mereka anggap tidak bagus," pungkas Bahlil.
(akr)
Lihat Juga :