Ketum GP Ansor Paparkan Skema Bisnis Berbasis Perdesaan
Kamis, 09 Oktober 2025 - 21:05 WIB
loading...
Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin menghadiri acara bertema National Pride Through Local Product: Strengthening National Identity di JCC, Kamis (9/10/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Addin Jauharudin menghadiri acara bertema National Pride Through Local Product: Strengthening National Identity di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (9/10/2025). Addin yang didapuk sebagai pembicara memaparkan tentang potensi bisnis berbasis perdesaan dengan produk-produk lokal unggulan.
Salah satunya melalui pembentukan kelompok usaha gotong royong dan pembangunan kampung peternakan ayam terpadu di seluruh Indonesia. Program yang bakal difokuskan di ekonomi perdesaan itu diperkirakan mampu membuka jutaan lapangan kerja baru. Baca juga: Alokasi Dana Desa Naik Terus Sejak 2015, Tahun Ini Tembus Rp71 Triliun
“Estimasi kita, langkah ini dapat membuka sekitar 1,5 juta lapangan kerja baru dan nilai ekonomi menembus Rp 115 triliun per tahun dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa, serta menjadi simbol kecintaan terhadap produk-produk lokal sebagai bentuk nyata kontribusi generasi muda bagi bangsa,” kata Addin.
Addin merinci, program yang menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) tersebut akan melibatkan 22.800 desa, 100 kader per desa, sehingga total produksi mencapai 2,05 juta ton per tahun.
Selain bergerak di sektor hulu, GP Ansor juga berencana akan menerapkan program kerja nasional yang dijadwalkan akan diluncurkan pada 17 Oktober 2025 mendatang. Pada setiap programnya, GP Ansor terus mendorong para pemuda Indonesia untuk mencintai dan mendukung produk lokal melalui berbagai inisiatif ekonomi berbasis masyarakat.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui wadah ekonomi penggerak utama dalam membangun kemandirian ekonomi nasional . “BUMA ini adalah satu wadah ekonomi yang bergerak pada tiga hal. Melalui pendekatan korporasi, pendekatan personal, dan pendekatan komunitas ekonomi,” ungkapnya. Baca juga: Kunjungan ke China, GP Ansor Buka Jejaring Global Perusahaan Teknologi Raksasa
Perusahaan-perusahaan di bawah BUMA dibangun dengan empat pilar utama, yakni teknologi dan digitalisasi, sumber daya alam, perdagangan distribusi, serta layanan jasa profesional. Selain fokus pada pengembangan sektor korporasi, GP Ansor juga berkomitmen mendukung arah kebijakan pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan nasional.
“Salah satu langkahnya adalah mendorong pemanfaatan lahan-lahan tidak produktif agar dapat digarap oleh masyarakat melalui sistem kelompok usaha gotong royong di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan,” tambahnya.
Salah satunya melalui pembentukan kelompok usaha gotong royong dan pembangunan kampung peternakan ayam terpadu di seluruh Indonesia. Program yang bakal difokuskan di ekonomi perdesaan itu diperkirakan mampu membuka jutaan lapangan kerja baru. Baca juga: Alokasi Dana Desa Naik Terus Sejak 2015, Tahun Ini Tembus Rp71 Triliun
“Estimasi kita, langkah ini dapat membuka sekitar 1,5 juta lapangan kerja baru dan nilai ekonomi menembus Rp 115 triliun per tahun dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa, serta menjadi simbol kecintaan terhadap produk-produk lokal sebagai bentuk nyata kontribusi generasi muda bagi bangsa,” kata Addin.
Addin merinci, program yang menjadi bagian dari Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) tersebut akan melibatkan 22.800 desa, 100 kader per desa, sehingga total produksi mencapai 2,05 juta ton per tahun.
Selain bergerak di sektor hulu, GP Ansor juga berencana akan menerapkan program kerja nasional yang dijadwalkan akan diluncurkan pada 17 Oktober 2025 mendatang. Pada setiap programnya, GP Ansor terus mendorong para pemuda Indonesia untuk mencintai dan mendukung produk lokal melalui berbagai inisiatif ekonomi berbasis masyarakat.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui wadah ekonomi penggerak utama dalam membangun kemandirian ekonomi nasional . “BUMA ini adalah satu wadah ekonomi yang bergerak pada tiga hal. Melalui pendekatan korporasi, pendekatan personal, dan pendekatan komunitas ekonomi,” ungkapnya. Baca juga: Kunjungan ke China, GP Ansor Buka Jejaring Global Perusahaan Teknologi Raksasa
Perusahaan-perusahaan di bawah BUMA dibangun dengan empat pilar utama, yakni teknologi dan digitalisasi, sumber daya alam, perdagangan distribusi, serta layanan jasa profesional. Selain fokus pada pengembangan sektor korporasi, GP Ansor juga berkomitmen mendukung arah kebijakan pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan nasional.
“Salah satu langkahnya adalah mendorong pemanfaatan lahan-lahan tidak produktif agar dapat digarap oleh masyarakat melalui sistem kelompok usaha gotong royong di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan,” tambahnya.
(poe)
Lihat Juga :