Kripto Sumbang Rp70 Triliun ke PDB RI, Ciptakan 333.000 Lapangan Kerja

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 18:53 WIB
loading...
Kripto Sumbang Rp70...
Kajian LPEM FEB UI melaporkan industri kripto telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Kajian terbaru Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) melaporkan industri kripto telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sepanjang 2024, aktivitas perdagangan aset kripto berkontribusi sebesar Rp70,04 triliun atau setara 0,32% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Peneliti LPEM FEB UI, Prani Sastiono, mengatakan nilai tersebut menunjukkan potensi besar industri kripto dalam mendukung ekonomi digital di Indonesia.

"Perdagangan aset kripto pada platform legal tidak hanya memberi penerimaan pajak sekitar Rp620 miliar, tetapi juga menciptakan 333.000 lapangan kerja, atau 0,23% dari total angkatan kerja nasional," ujar dia dalam diseminasi hasil studi bertajuk "Kajian Kontribusi Ekonomi Kripto terhadap Perekonomian Indonesia" dikutip pada Jumat (10/10).

Baca Juga: Pasar Kripto Bergairah, Harga Bitcoin Pecah Rekor Tembus Rp2,1 Miliar

Turut hadir dalam acara ini perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Pajak, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), serta PT Central Finansial X (CFX). Forum tersebut menjadi wadah pembahasan hasil riset dan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan industri kripto yang sehat dan berkelanjutan.

LPEM FEB UI mencatat sepanjang 2024 nilai transaksi kripto di Indonesia mencapai Rp650,61 triliun melonjak 335% dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia dengan capaian ini menempati peringkat ketiga dunia dalam tingkat adopsi aset kripto. Namun, di tengah pertumbuhan pesat tersebut, industri kripto masih dihadapkan pada tantangan maraknya platform ilegal serta proses transisi regulasi ke OJK.

Prani menjelaskan, hasil survei terhadap 1.227 responden menunjukkan 82% membeli aset kripto untuk investasi jangka panjang. Meski demikian, sekitar 25% pengguna masih bertransaksi melalui platform ilegal atau kombinasi platform legal dan ilegal. "Tarif pajak yang tidak kompetitif dan lemahnya penindakan terhadap platform ilegal berpotensi mendorong migrasi pengguna ke bursa tak berizin," kata dia.

LPEM FEB UI memperkirakan nilai perdagangan di platform ilegal mencapai 1,67 hingga 2,66 kali lebih besar dibanding platform legal. Akibatnya, pemerintah kehilangan potensi penerimaan pajak sebesar Rp1–1,7 triliun. Jika seluruh transaksi dialihkan ke platform legal kontribusi industri kripto terhadap PDB nasional bisa melonjak hingga Rp260 triliun dan menciptakan lebih dari 1,2 juta lapangan kerja.

Kepala Departemen Pengawasan IAKD OJK Dino Milano Siregar menyambut baik hasil riset tersebut. Menurutnya, data empiris dari lembaga akademis seperti LPEM FEB UI menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).

"Kajian ini memperkuat legitimasi aset kripto sebagai salah satu instrumen investasi yang perlu diatur secara proporsional," kata Dino.

Direktur Utama CFX, Subani, menilai hasil studi tersebut menjadi validasi atas kontribusi nyata ekosistem kripto legal terhadap ekonomi nasional. Pihaknya berkomitmen memperkuat literasi, edukasi, serta inovasi produk seperti tokenisasi aset dunia nyata (real world asset), derivatif dan pemanfaatan kripto sebagai jaminan pinjaman. "Kami optimistis sinergi dengan regulator dapat memaksimalkan kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Baca Juga: 4 Fakta Ketidakpastian Geopolitik Picu Lonjakan Emas dan Bitcoin

Sementara, perwakilan AFTECH, Stella Lukman, mengingatkan aset kripto bersifat lintas batas (borderless), sehingga daya saing Indonesia perlu diperkuat di tingkat global. Adapun Timon Pieter dari Direktorat Jenderal Pajak menegaskan pentingnya kebijakan pajak yang tidak menimbulkan distorsi terhadap perilaku pelaku industri.

"Kami tengah menyiapkan kebijakan disinsentif bagi transaksi di offshore exchange agar mendorong transaksi di platform domestik yang legal," katanya.

LPEM FEB UI menekankan perlunya strategi untuk memperkuat ekosistem perdagangan kripto yang sehat dan inklusif. Langkah itu mencakup penegakan hukum terhadap platform ilegal, diversifikasi aset digital, penetapan tarif pajak kompetitif, serta peningkatan literasi keuangan digital masyarakat. Dengan kolaborasi berbagai pihak aset kripto diharapkan dapat menjadi salah satu pilar ekonomi digital Indonesia yang berdaya saing global.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Rekomendasi
QS WUR 2027, Ini 20...
QS WUR 2027, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Berita Terkini
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved