Kolaborasi Global Dorong Transformasi Ekonomi Pariwisata di Bali

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 21:07 WIB
loading...
Kolaborasi Global Dorong...
World Tourism Day (WTD) 2025 seri ketiga yang digelar Eco Tourism Bali (ETB). FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bali kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tak hanya menawarkan kemewahan, tetapi juga mengedepankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Komitmen tersebut mengemuka dalam perayaan World Tourism Day (WTD) 2025 seri ketiga yang digelar Eco Tourism Bali (ETB) dengan tema “Tourism & Climate Action”.

Lebih dari 300 pemangku kepentingan lintas sektor hadir dalam kegiatan itu, mulai dari perwakilan pemerintah, pelaku industri perhotelan, asosiasi, komunitas, hingga mitra keberlanjutan. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi global untuk memperkuat peran pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal yang adil, inklusif, serta tangguh terhadap perubahan iklim.

“Wisatawan kini menilai destinasi bukan lagi dari jumlah bintang hotelnya, tetapi dari bagaimana lingkungan dijaga, masyarakat lokal dilibatkan, dan tata kelola dilakukan dengan transparansi,” ujar Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam keterangannya di Bali, Jumat (10/10).

Baca Juga: Perputaran Uang Selama MotoGP Mandalika Fantastis, Nilainya Tembus Rp4,8 Triliun

Ia menegaskan, kekayaan sejati Bali terletak pada harmoni antara alam dan budaya yang dijaga masyarakatnya. Sejalan dengan visi tersebut, Eco Tourism Bali meluncurkan dua inisiatif utama, yakni Sustainable Procurement Guideline untuk sektor HORECA (hotel, restoran, dan kafe) serta versi terbaru Eco Climate Badge 2.0 bagi industri perhotelan. Kedua program ini dirancang untuk mempercepat penerapan praktik pariwisata yang ramah iklim dan bertanggung jawab secara sosial di seluruh ekosistem pariwisata Bali.

Panduan pengadaan berkelanjutan yang dikembangkan bersama Kopernik dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) memberikan acuan komprehensif bagi pelaku usaha untuk membangun rantai pasok yang benar-benar hijau. Sementara Eco Climate Badge 2.0 kini mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara lebih menyeluruh, memungkinkan bisnis pariwisata mengukur dan melaporkan dampak keberlanjutan dengan kredibilitas lebih tinggi.

Dukungan terhadap upaya tersebut datang dari ACT! Project, konsorsium yang dipimpin Rainforest Alliance dengan pendanaan Uni Eropa melalui program SWITCH-Asia. Manajer Consumer Campaign and Engagement Rainforest Alliance Indonesia, Margareth Meutia, menjelaskan bahwa kemitraan dengan ETB bertujuan mengurangi dampak negatif konsumsi pangan seperti kopi, cokelat, teh, dan minyak sawit melalui perubahan praktik di sektor pariwisata dan ritel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Libur Lebaran, Serambi...
Libur Lebaran, Serambi MyPertamina Hadir di 19 Titik Jalur Wisata
KPIG Kebut Pengembangan...
KPIG Kebut Pengembangan Lido City, Proyek Pariwisata Terpadu Siap Jadi Mesin Pertumbuhan
Jasaraharja Putera Dorong...
Jasaraharja Putera Dorong Penguatan Manajemen Risiko Pariwisata lewat FGD Pilot Project 2026
MNC University dan Pemkab...
MNC University dan Pemkab Kotabaru Perkuat Kolaborasi, Luncurkan Aplikasi OPPKPKE dan Bahas Pengembangan Pariwisata
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Rekomendasi
Cita-cita Prabowo 14...
Cita-cita Prabowo 14 Tahun Lalu: Ingin Rakyat Indonesia Punya Taraf Hidup Tak Kalah dari Singapura
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Meisya Amira Belajar...
Meisya Amira Belajar Bahasa Isyarat demi Peran Tunarungu di Film Juminten Edan
Berita Terkini
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved