Pelaku Usaha dan Investor Bangun Fondasi Rencana Aksi Bisnis dan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 22:03 WIB
loading...
Pelaku Usaha dan Investor...
Forum ini menghadirkan perwakilan dari lembaga pemerintah, investor, serta eksekutif senior dari perusahaan terkemuka lintas sektor untuk memperkuat keselarasan aksi bisnis, arus investasi, dan IBSAP. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), bekerja sama dengan Asia Investor Group on Climate Change (AIGCC) dan didukung oleh Business for Nature, menyelenggarakan forum tingkat tinggi Roundtable Discussion bertajuk Driving Investment and Business Action for a Green Economy and Nature-Positive Indonesia sebagai rangkaian acara Indonesia International Sustainable Forum (ISF) 2025 di Jakarta Convention Center.

Forum tingkat tinggi ini menghadirkan perwakilan dari lembaga pemerintah, investor, serta para eksekutif senior dari perusahaan terkemuka lintas sektor untuk memperkuat keselarasan antara aksi bisnis, arus investasi, dan Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045 yang disusun oleh pemerintah.

Sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia, Indonesia menghadapi tantangan ganda berupa perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati yang kini mengancam stabilitas ekonomi dan sosial.

Baca Juga: Meningkatkan Peran Dunia Usaha untuk Mendukung Keberlanjutan Keanekaragaman Hayati 2030

Untuk menanggapi hal ini, Pemerintah Indonesia berkomitmen pada Kunming–Montreal Global Biodiversity Framework dan menyusun Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045 sebagai panduan nasional untuk menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati dan mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Indonesia Business and Biodiversity Platform (IBBP) yang difasilitasi IBCSD menjadi wadah kolaboratif bagi dunia usaha, investor, dan pembuat kebijakan untuk mempercepat aksi sektor swasta menuju ekonomi yang positif terhadap alam (nature-positive economy).

Dalam sambutannya, Shinta Kamdani, CEO Sintesa Group sekaligus Honorary Trustee IBCSD, menekankan bahwa dunia usaha perlu mengintegrasikan agenda iklim dan keanekaragaman hayati ke dalam strategi inti agar tetap kompetitif dan tangguh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
IBCSD Dorong Percepatan...
IBCSD Dorong Percepatan Investasi Iklim untuk Dekarbonisasi Industri melalui Forum Bisnis
Menjawab Tantangan Klasik...
Menjawab Tantangan Klasik UMKM, ACC Danaku Dukung Modal Pelaku Usaha Kuliner di Surabaya
Industri Parfum Lokal...
Industri Parfum Lokal Dinilai Makin Berkembang di Tengah Meningkatnya Minat Konsumen
Biodiversity+ Business...
Biodiversity+ Business Forum Dorong Investasi Berbasis Keanekaragaman Hayati
Dipercaya 23,3 Juta...
Dipercaya 23,3 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro, PNM Ungkap Pentingnya Integritas
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Rekomendasi
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Sopir dan Penumpang...
Sopir dan Penumpang Alphard yang Cekcok dengan Satpam di Bundaran HI Ternyata Personel Polda Jabar
Smartwatch AI, Kala...
Smartwatch AI, Kala Algoritma Mulai Membentuk Cara Kita Menilai Diri
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved