Terungkap Ada 2.039 Kios Pupuk Bermasalah, Petani Rugi Rp600 Miliar per Tahun
Senin, 13 Oktober 2025 - 12:52 WIB
loading...
Temuan pelanggaran ribuan kios, distributor, dan pengecer pupuk subsidi yang bermasalah di berbagai daerah di Indonesia diungkap oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Temuan pelanggaran ribuan kios , distributor, dan pengecer pupuk subsidi yang bermasalah di berbagai daerah di Indonesia diungkap oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman . Ia menyebut, total sebanyak 2.039 kios diketahui memainkan harga pupuk bersubsidi hingga 18–20% dari harga seharusnya, yang menyebabkan kerugian besar bagi para petani.
“Masih ada keluhan dari petani-petani di seluruh Indonesia. Kami temukan ada 2.039 kios, distributor, dan pengecer yang bermasalah. Hari ini kami umumkan izinnya dicabut,” ujar Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (13/10/2025).
Baca Juga: Marak Modus Penipuan di Medsos, Pupuk Indonesia: Tebus Pupuk Subsidi Hanya di Kios Resmi
Menurutnya, praktik curang tersebut semula hanya tercatat sebanyak 30 kasus dalam satu tahun terakhir. Namun setelah pengembangan, jumlahnya melonjak dan merugikan petani hingga Rp600 miliar per tahun.
"Ini permainan sudah lama. Selama satu tahun terakhir yang dicabut ada 30-an. Tetapi setelah kami mengecek seluruh Indonesia ternyata ribuan. Estimasi kerugian petani, ini estimasi ya, itu Rp600 miliar per tahun. Itu yang kedapatan, yang tidak kedapatan? Kalau 10 tahun kan Rp6 triliun," ungkapnya.
Amran menilai tindakan ini sangat merugikan para petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan nasional. Ia menekankan pentingnya ketersediaan pupuk bersubsidi dalam menjaga produktivitas pertanian.
Baca Juga: Prabowo Sentil Distributor Pupuk Subsidi, Ada Sepupu Bupati sampai Tim Sukses
"Kasihan petani kita. Ada 160 juta petani yang harus kita jaga. Petani padi saja ada 116 juta dengan keluarganya. Mereka pahlawan pangan kita. Karena pupuk adalah, kalau manusia, darahnya pertanian. Tanpa pupuk kita tidak bisa tingkatkan produksi," ucap Amran.
“Masih ada keluhan dari petani-petani di seluruh Indonesia. Kami temukan ada 2.039 kios, distributor, dan pengecer yang bermasalah. Hari ini kami umumkan izinnya dicabut,” ujar Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (13/10/2025).
Baca Juga: Marak Modus Penipuan di Medsos, Pupuk Indonesia: Tebus Pupuk Subsidi Hanya di Kios Resmi
Menurutnya, praktik curang tersebut semula hanya tercatat sebanyak 30 kasus dalam satu tahun terakhir. Namun setelah pengembangan, jumlahnya melonjak dan merugikan petani hingga Rp600 miliar per tahun.
"Ini permainan sudah lama. Selama satu tahun terakhir yang dicabut ada 30-an. Tetapi setelah kami mengecek seluruh Indonesia ternyata ribuan. Estimasi kerugian petani, ini estimasi ya, itu Rp600 miliar per tahun. Itu yang kedapatan, yang tidak kedapatan? Kalau 10 tahun kan Rp6 triliun," ungkapnya.
Amran menilai tindakan ini sangat merugikan para petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan nasional. Ia menekankan pentingnya ketersediaan pupuk bersubsidi dalam menjaga produktivitas pertanian.
Baca Juga: Prabowo Sentil Distributor Pupuk Subsidi, Ada Sepupu Bupati sampai Tim Sukses
"Kasihan petani kita. Ada 160 juta petani yang harus kita jaga. Petani padi saja ada 116 juta dengan keluarganya. Mereka pahlawan pangan kita. Karena pupuk adalah, kalau manusia, darahnya pertanian. Tanpa pupuk kita tidak bisa tingkatkan produksi," ucap Amran.
(akr)
Lihat Juga :