Pertamina Libatkan AI Kelola Blok Rokan, Targetkan Efisiensi Rp762 Miliar
Kamis, 16 Oktober 2025 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
Fasilitas DICE dilengkapi 66 layar digital interaktif yang menampilkan berbagai data dan indikator kinerja, seperti aktivitas pengeboran, jadwal terintegrasi atau Integrated Drilling Schedule, kesiapan lokasi pengeboran, hingga kondisi peralatan produksi. Semua data tersebut menjadi dasar dalam proses pengambilan keputusan manajemen PHR secara cepat dan presisi.
"Manajemen PHR menggunakan data dari DICE untuk mendukung proses pengambilan keputusan strategis di lapangan," kata Taufan.
WK Rokan sendiri merupakan wilayah kerja terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 6.400 kilometer persegi, mencakup 12.600 sumur aktif, 35 stasiun pengumpul, serta jaringan pipa alir sepanjang 13.200 kilometer dan 500 kilometer jaringan shipping line.
"Kalau dibentangkan, jaringan pipa WK Rokan hampir tiga kali jarak Sabang–Merauke. Kegiatan pengeboran di wilayah ini pun sangat masif, sekitar 500 sumur pengembangan per tahun atau lebih dari separuh total pengeboran di Indonesia," ujarnya.
Taufan menambahkan, pemanfaatan AI menjadi bagian dari program Optimization Upstream (OPTIMUS) yang dijalankan Subholding Upstream Pertamina. Program ini bertujuan mengoptimalkan produksi sekaligus menekan biaya operasional. Hingga akhir 2025, OPTIMUS ditargetkan memberikan efisiensi hingga USD 46 juta atau sekitar Rp762 miliar.
Baca Juga: KPI Beberkan Lima Terobosan Strategis Jawab Tantangan Energi Global
"Manajemen PHR menggunakan data dari DICE untuk mendukung proses pengambilan keputusan strategis di lapangan," kata Taufan.
WK Rokan sendiri merupakan wilayah kerja terbesar di Indonesia dengan luas mencapai 6.400 kilometer persegi, mencakup 12.600 sumur aktif, 35 stasiun pengumpul, serta jaringan pipa alir sepanjang 13.200 kilometer dan 500 kilometer jaringan shipping line.
"Kalau dibentangkan, jaringan pipa WK Rokan hampir tiga kali jarak Sabang–Merauke. Kegiatan pengeboran di wilayah ini pun sangat masif, sekitar 500 sumur pengembangan per tahun atau lebih dari separuh total pengeboran di Indonesia," ujarnya.
Taufan menambahkan, pemanfaatan AI menjadi bagian dari program Optimization Upstream (OPTIMUS) yang dijalankan Subholding Upstream Pertamina. Program ini bertujuan mengoptimalkan produksi sekaligus menekan biaya operasional. Hingga akhir 2025, OPTIMUS ditargetkan memberikan efisiensi hingga USD 46 juta atau sekitar Rp762 miliar.
Baca Juga: KPI Beberkan Lima Terobosan Strategis Jawab Tantangan Energi Global
Lihat Juga :