Pemerintah Dorong BBM Campur Etanol 10%, Ini Tantangan dan Peluangnya
Rabu, 22 Oktober 2025 - 08:55 WIB
loading...
A
A
A
"Kita pastikan masyarakat tidak akan menanggung beban tambahan. Program ini justru membuka peluang investasi, meningkatkan ketahanan energi, dan memperkuat ekonomi daerah,” ujar Dadan.
Pemerintah juga menegaskan, bahan baku bioetanol tidak akan mengganggu ketahanan pangan.
"Kita menggunakan bahan non-pangan seperti molases tebu, singkong pahit, dan tongkol jagung. Jadi tidak akan memicu deforestasi atau bersaing dengan pangan," tegas Eniya.
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai program etanol merupakan proyek nasional yang perlu dikawal dengan komunikasi publik yang baik. "Jangan sampai informasi bias beredar di media sosial. Pemerintah perlu menjelaskan manfaat dan dampaknya secara terbuka," ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah memastikan pasokan bahan baku dalam negeri agar kebijakan E10 tidak menimbulkan ketergantungan baru pada impor etanol. “Kami ingin ada jaminan kemandirian pasokan dan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Dengan kesiapan regulasi, dukungan industri, dan teknologi yang semakin adaptif, program mandatori BBM campur etanol (E10) diharapkan mampu menjadi tonggak penting transisi energi bersih sekaligus menyejahterakan petani di Indonesia.
Pemerintah juga menegaskan, bahan baku bioetanol tidak akan mengganggu ketahanan pangan.
"Kita menggunakan bahan non-pangan seperti molases tebu, singkong pahit, dan tongkol jagung. Jadi tidak akan memicu deforestasi atau bersaing dengan pangan," tegas Eniya.
Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menilai program etanol merupakan proyek nasional yang perlu dikawal dengan komunikasi publik yang baik. "Jangan sampai informasi bias beredar di media sosial. Pemerintah perlu menjelaskan manfaat dan dampaknya secara terbuka," ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah memastikan pasokan bahan baku dalam negeri agar kebijakan E10 tidak menimbulkan ketergantungan baru pada impor etanol. “Kami ingin ada jaminan kemandirian pasokan dan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat,” katanya.
Dengan kesiapan regulasi, dukungan industri, dan teknologi yang semakin adaptif, program mandatori BBM campur etanol (E10) diharapkan mampu menjadi tonggak penting transisi energi bersih sekaligus menyejahterakan petani di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :