PLN EPI-Farmindo Multi Dimensi Kerja Sama Kelola Limbah Jadi Energi
Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
"PLN EPI bertanggung jawab memastikan seluruh pasokan energi primer bagi pembangkit PLN Group. Kami suplai batu bara sekitar 100 juta ton per tahun dan gas hampir 1.400 juta kaki kubik per hari. Kini, Kami mulai mendorong bioenergi sebagai sumber pasokan baru yang berkelanjutan," ungkapnya.
Direktur Bioenergi PLN EPI Hokkop Situngkir menambahkan, kerja sama dengan Farmindo Multi Dimensi merupakan bagian dari inisiatif PLN untuk memperkuat sektor energi hijau. "Di PLN EPI, kami memegang peran strategis dalam pengembangan biomassa, biogas, dan pengelolaan limbah yang bisa diubah menjadi energi atau waste to energy," jelasnya.
Hokkop memaparkan bahwa penggantian 10 juta ton batu bara dengan biomassa berpotensi mengurangi sekitar 10 juta ton emisi karbon ekuivalen. Kontribusi tersebut menurutnya sangat signifikan bagi pencapaian komitmen iklim Indonesia.
Baca Juga: PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer Aman selama Perayaan HUT RI ke-80
Hokkop juga menyoroti kondisi pengelolaan limbah sampah perkotaan nasional yang mendesak. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pertumbuhan sampah di Indonesia mencapai 80% per tahun, dengan timbunan besar di Bantar Gebang (8.000 ton/hari), Legonangka (3.000 ton/hari), dan Bali (2.500 ton/hari).
Direktur Bioenergi PLN EPI Hokkop Situngkir menambahkan, kerja sama dengan Farmindo Multi Dimensi merupakan bagian dari inisiatif PLN untuk memperkuat sektor energi hijau. "Di PLN EPI, kami memegang peran strategis dalam pengembangan biomassa, biogas, dan pengelolaan limbah yang bisa diubah menjadi energi atau waste to energy," jelasnya.
Hokkop memaparkan bahwa penggantian 10 juta ton batu bara dengan biomassa berpotensi mengurangi sekitar 10 juta ton emisi karbon ekuivalen. Kontribusi tersebut menurutnya sangat signifikan bagi pencapaian komitmen iklim Indonesia.
Baca Juga: PLN EPI Pastikan Pasokan Energi Primer Aman selama Perayaan HUT RI ke-80
Hokkop juga menyoroti kondisi pengelolaan limbah sampah perkotaan nasional yang mendesak. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pertumbuhan sampah di Indonesia mencapai 80% per tahun, dengan timbunan besar di Bantar Gebang (8.000 ton/hari), Legonangka (3.000 ton/hari), dan Bali (2.500 ton/hari).
Lihat Juga :