Perkuat Transformasi Digital dalam Pengelolaan Keuangan Korporasi
Kamis, 23 Oktober 2025 - 23:15 WIB
loading...
CEO Standard Chartered Indonesia, menegaskan bahwa peran treasury kini tidak lagi sebatas fungsi administratif, melainkan menjadi penggerak strategis bagi pertumbuhan dan ketahanan bisnis. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Standard Chartered Indonesia menyelenggarakan Indonesia Treasury Leadership Forum 2025 dengan tema “Blueprint untuk Treasury Masa Depan.” Forum ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku industri, fintech, dan para corporate treasurer untuk membahas strategi mempercepat adopsi digital serta inovasi dalam pengelolaan keuangan korporasi di Indonesia.
Acara yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian 'Treasury Leadership Forum' global milik Standard Chartered. Agenda ini bertujuan mendorong praktik terbaik dan inovasi di bidang treasury management.Forum dibuka dengan pidato utama Edwin Hidayat Abdullah selaku Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Edwin Hidayat menyoroti pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Dia menyampaikan, Indonesia telah mengalami transformasi digital yang luar biasa. Nilai ekonomi digital kita diproyeksikan melampaui USD 50 miliar pada 2030 dan berkontribusi hampir 10% terhadap PDB nasional.
"Tantangannya adalah bagaimana kita menjadikan infrastruktur seperti BI-FAST dan QRIS lintas batas sebagai tulang punggung inovasi keuangan yang inklusif dan cerdas,” ujar Edwin, Rabu (22/10).
Baca Juga: Standard Chartered Uji Agunan Kripto dengan OKX
Sementara itu, Donny Donosepoetro OBE, CEO Standard Chartered Indonesia, menegaskan bahwa peran treasury kini tidak lagi sebatas fungsi administratif, melainkan menjadi penggerak strategis bagi pertumbuhan dan ketahanan bisnis.
“Treasury kini menjadi pusat pengambilan keputusan bisnis. Di Standard Chartered, kami membantu perusahaan mengintegrasikan data, mengotomatisasi pengelolaan likuiditas, dan menghubungkan mereka dengan jaringan global kami agar treasury menjadi keunggulan kompetitif,” kata Donny.
Forum menghadirkan dua sesi diskusi panel utama. Panel pada sesi pertama bertema 'Building Trust, Speed and Scale in Indonesia’s Digital Payment Era'. Teman ini menyoroti peran BI-FAST, QRIS, dan interoperabilitas sistem pembayaran dalam mendorong efisiensi dan inklusi keuangan.
Sementara lanel kedua mengangkat tema 'Digital Treasury in Action: Embedding Innovation in Day-to-Day Operations'. Tema ini fokus mengulas penerapan inovasi fintech dan studi kasus transformasi digital dalam pengelolaan treasury.
Sejumlah tokoh industri turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Dodi Soewandi (ASPI), Mikiko Steven (Xendit Indonesia), Michael Spiegel (Standard Chartered), Joan Aman (Solusi Bangun Indonesia), Al Baaqi Khadafi (KPMG Indonesia), dan Amod Dixit (Zensung).
Baca Juga: Transformasi Digital Jadi Kunci
Melalui forum ini, Standard Chartered menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem keuangan Indonesia melalui inovasi digital, ketahanan sistem keuangan, dan pengelolaan treasury yang modern dan efisien.
“Kami ingin membantu para corporate treasurer menavigasi transformasi pembayaran digital dan memanfaatkan peluang ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang,” tutup Donny.
Acara yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia ini merupakan bagian dari rangkaian 'Treasury Leadership Forum' global milik Standard Chartered. Agenda ini bertujuan mendorong praktik terbaik dan inovasi di bidang treasury management.Forum dibuka dengan pidato utama Edwin Hidayat Abdullah selaku Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Edwin Hidayat menyoroti pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Dia menyampaikan, Indonesia telah mengalami transformasi digital yang luar biasa. Nilai ekonomi digital kita diproyeksikan melampaui USD 50 miliar pada 2030 dan berkontribusi hampir 10% terhadap PDB nasional.
"Tantangannya adalah bagaimana kita menjadikan infrastruktur seperti BI-FAST dan QRIS lintas batas sebagai tulang punggung inovasi keuangan yang inklusif dan cerdas,” ujar Edwin, Rabu (22/10).
Baca Juga: Standard Chartered Uji Agunan Kripto dengan OKX
Sementara itu, Donny Donosepoetro OBE, CEO Standard Chartered Indonesia, menegaskan bahwa peran treasury kini tidak lagi sebatas fungsi administratif, melainkan menjadi penggerak strategis bagi pertumbuhan dan ketahanan bisnis.
“Treasury kini menjadi pusat pengambilan keputusan bisnis. Di Standard Chartered, kami membantu perusahaan mengintegrasikan data, mengotomatisasi pengelolaan likuiditas, dan menghubungkan mereka dengan jaringan global kami agar treasury menjadi keunggulan kompetitif,” kata Donny.
Forum menghadirkan dua sesi diskusi panel utama. Panel pada sesi pertama bertema 'Building Trust, Speed and Scale in Indonesia’s Digital Payment Era'. Teman ini menyoroti peran BI-FAST, QRIS, dan interoperabilitas sistem pembayaran dalam mendorong efisiensi dan inklusi keuangan.
Sementara lanel kedua mengangkat tema 'Digital Treasury in Action: Embedding Innovation in Day-to-Day Operations'. Tema ini fokus mengulas penerapan inovasi fintech dan studi kasus transformasi digital dalam pengelolaan treasury.
Sejumlah tokoh industri turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Dodi Soewandi (ASPI), Mikiko Steven (Xendit Indonesia), Michael Spiegel (Standard Chartered), Joan Aman (Solusi Bangun Indonesia), Al Baaqi Khadafi (KPMG Indonesia), dan Amod Dixit (Zensung).
Baca Juga: Transformasi Digital Jadi Kunci
Melalui forum ini, Standard Chartered menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem keuangan Indonesia melalui inovasi digital, ketahanan sistem keuangan, dan pengelolaan treasury yang modern dan efisien.
“Kami ingin membantu para corporate treasurer menavigasi transformasi pembayaran digital dan memanfaatkan peluang ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang,” tutup Donny.
(akr)
Lihat Juga :