Sinergi Pemerintah dan Industri Dorong Efisiensi Pembangunan Infrastruktur
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 10:09 WIB
loading...
Forum MCP Connect & Grow Cilegon 2025 di Cilegon, Kamis (24/10). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan penyedia solusi alat berat dinilai semakin penting untuk mendorong efisiensi pembangunan infrastruktur nasional. Hal itu mengemuka dalam forum "MCP Connect & Grow Cilegon 2025" di Cilegon, Kamis (24/10).
"Kami melihat kolaborasi sebagai kunci untuk menumbuhkan industri infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus berorientasi pada keselamatan dan efisiensi," ujar Presiden Direktur PT Multicrane Perkasa (MCP) Adrianus Hadiwinata dalam keterangannya.
Baca Juga: Mangkrak Sejak 2016, Pramono Bakal Cek Jalan Beda Tinggi di Penjaringan Pekan Depan
Sementara, Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Kementerian PUPR, Kimron Manik yang menjadi pembicara utama, menjelaskan arah strategis kebijakan pembangunan infrastruktur nasional. Dia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi, terutama operator alat berat bersertifikat.
"Operator yang terlatih tidak hanya meningkatkan efisiensi pekerjaan, tetapi juga berperan besar dalam menekan risiko kecelakaan dan menjaga mutu hasil pembangunan," kata dia.
Dari sisi legislatif, anggota DPR RI Edison Sitorus, yang juga pelaku usaha konstruksi, menilai Cilegon memiliki peran strategis karena menjadi salah satu daerah dengan aktivitas penggunaan alat berat tertinggi di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya menciptakan iklim usaha yang sehat melalui kolaborasi antar pelaku industri.
"Persaingan yang sehat dan kerja sama yang kuat adalah fondasi untuk tumbuh bersama dalam mendukung pembangunan nasional," ucapnya.
Baca Juga: Menemukan Masalah Infrastruktur Pesantren? Lapor Aja ke Call Center 158
Ketua APBMI Banten Alawi Mahmud menyatakan komitmen pelaku logistik untuk mengadopsi teknologi alat berat yang lebih efisien dan ramah lingkungan di kawasan pelabuhan dan industri Cilegon. Melalui forum tersebut, berbagai pemangku kepentingan menegaskan pentingnya inovasi dan kerja sama berkelanjutan dalam membangun ekosistem infrastruktur yang produktif, aman, dan berdaya saing.
Sinergi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat transformasi industri dan menjadikan Cilegon sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Indonesia. Sebagai informasi, kegiatan bertema "Inovasi dan Kolaborasi untuk Infrastruktur Cilegon" ini mempertemukan lebih dari 80 peserta dari 40 perusahaan di sektor konstruksi, energi, kimia, dan manufaktur di kawasan industri Cilegon.
Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai penerapan teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk mendukung pembangunan yang efisien dan berkelanjutan.
"Kami melihat kolaborasi sebagai kunci untuk menumbuhkan industri infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus berorientasi pada keselamatan dan efisiensi," ujar Presiden Direktur PT Multicrane Perkasa (MCP) Adrianus Hadiwinata dalam keterangannya.
Baca Juga: Mangkrak Sejak 2016, Pramono Bakal Cek Jalan Beda Tinggi di Penjaringan Pekan Depan
Sementara, Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Kementerian PUPR, Kimron Manik yang menjadi pembicara utama, menjelaskan arah strategis kebijakan pembangunan infrastruktur nasional. Dia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi, terutama operator alat berat bersertifikat.
"Operator yang terlatih tidak hanya meningkatkan efisiensi pekerjaan, tetapi juga berperan besar dalam menekan risiko kecelakaan dan menjaga mutu hasil pembangunan," kata dia.
Dari sisi legislatif, anggota DPR RI Edison Sitorus, yang juga pelaku usaha konstruksi, menilai Cilegon memiliki peran strategis karena menjadi salah satu daerah dengan aktivitas penggunaan alat berat tertinggi di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya menciptakan iklim usaha yang sehat melalui kolaborasi antar pelaku industri.
"Persaingan yang sehat dan kerja sama yang kuat adalah fondasi untuk tumbuh bersama dalam mendukung pembangunan nasional," ucapnya.
Baca Juga: Menemukan Masalah Infrastruktur Pesantren? Lapor Aja ke Call Center 158
Ketua APBMI Banten Alawi Mahmud menyatakan komitmen pelaku logistik untuk mengadopsi teknologi alat berat yang lebih efisien dan ramah lingkungan di kawasan pelabuhan dan industri Cilegon. Melalui forum tersebut, berbagai pemangku kepentingan menegaskan pentingnya inovasi dan kerja sama berkelanjutan dalam membangun ekosistem infrastruktur yang produktif, aman, dan berdaya saing.
Sinergi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat transformasi industri dan menjadikan Cilegon sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Indonesia. Sebagai informasi, kegiatan bertema "Inovasi dan Kolaborasi untuk Infrastruktur Cilegon" ini mempertemukan lebih dari 80 peserta dari 40 perusahaan di sektor konstruksi, energi, kimia, dan manufaktur di kawasan industri Cilegon.
Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai penerapan teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk mendukung pembangunan yang efisien dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :