Ngeri! 75 Juta Pekerjaan Bakal Hilang Digantikan Teknologi

Senin, 14 September 2020 - 09:55 WIB
loading...
Ngeri! 75 Juta Pekerjaan Bakal Hilang Digantikan Teknologi
75 pekerjaan bakal hilang digantikan teknologi digital dua tahun lagi. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah mencatat akan ada 75 juta jenis pekerjaan di dunia yang akan hilang digantikan dengan teknologi digita l. Prediksi itu diperkirakan akan terjadi dua tahun ke depan.

Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Alex Denni mengatakan, seluruh negara di dunia tengah masuk ke era disrupsi. Sebagian besar kegiatan dilakukan dalam dunia maya, apalagi pandemi Covid-19 mendorong masyarakat melakukan aktivitas secara digital.

Karena itu, kata dia, jenis-jenis pekerjaan yang bersifat rutin seperti administrasi dan transaksional sangat mudah digantikan dengan teknologi terbaru. Meski begitu, keberadaan teknologi juga diprediksikan akan menambah puluhan juta jenis pekerjaan baru.

"Yang perlu kita waspadai, kalau kita sebagai praktisi SDM, job-job (pekerjaan) yang diperkirakan 75 juta dalam 2 tahun ke depan job-job yang sifatnya melakukan pekerjaan rutin, transaksional, administratif yang gampang sekali digantikan teknologi," ujar Alex dalam Webinar, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Baca Juga: Peluang Kerja! Ini 5 Profesi Paling Dicari di Bidang Teknologi Digital

Adapun, pekerjaan yang hilang itu antara lain data entry, akuntan, administrasi dan sekretaris, Customer Service (CS), pekerja pabrik dan perakitan, layanan bisnis dan manajer administrasi, auditor, manajer operasi, pengecek stok barang, hingga pegawai pos. "Job yang akan hilang, kalau tahun lalu saya ada di Jasa Marga, itu misalnya kawan-kawan di gardu tol jadi CS, pengumpul tiket tol dan lain-lain, otomatis akan ada di titik yang mudah digantikan teknologi," ujarnya.

Baca Juga: Tiga Adaptasi Manajemen Perusahaan Berbasis Digital di Era COVID-19

Kendati demikian, dari jumlah yang hilang akan ada 133 juta pekerjaan baru yang muncul di tahun yang sama. Oleh sebab itu, perusahaan termasuk BUMN harus melakukan transformasi agar bisa berjalan beriringan dengan fenomena tersebut. "Tapi ada juga job yang akan lahir, ini diperkirakan akan jauh lebih banyak dari pekerjaanyang hilang. Mudah-mudahan, kita bisa menciptakan pekerjaan baru untuk kawan-kawan ini bertransformasi," kata Alex.
(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1874 seconds (10.55#12.26)