Ekspatriat Bakal Pimpin BUMN, Bennix: Asal Dia Bisa Tangkap Tikus, Hire Aja!
Jum'at, 24 Oktober 2025 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan Benny tersebut menegaskan pandangannya bahwa profesionalisme dan kompetensi harus menjadi tolok ukur utama, bukan semata-mata asal-usul atau kewarganegaraan seseorang. Ia menyebutkan, bahkan di bidang olahraga seperti sepak bola, Indonesia sudah lama mempekerjakan pelatih asing dan hasilnya terbukti meningkatkan performa tim nasional.
"Selama dibayar profesional, mereka juga punya tanggung jawab moral untuk transfer knowledge. Jadi orang lokal bisa belajar dan mengambil alih ketika sudah siap," kata Benny. Ia menilai sistem seperti itu sudah lama diterapkan di PSSI dan terbukti memberi hasil positif dalam jangka panjang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam Forbes Global CEO Conference 2025 mengungkapkan perubahan regulasi yang memperbolehkan ekspatriat memimpin BUMN. Ia menegaskan, pemerintah sedang mencari talenta terbaik tanpa batas kewarganegaraan demi membawa BUMN ke level kompetisi global.
"Kita ingin BUMN dikelola dengan standar internasional. Kalau ada orang luar yang lebih berpengalaman dan bisa meningkatkan efisiensi, kita buka peluang itu," ujar Prabowo kala itu.
Selain membuka kepemimpinan untuk ekspatriat, Prabowo juga berencana melakukan rasionalisasi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi sekitar 200 agar lebih ramping dan efisien. Langkah ini diharapkan meningkatkan profitabilitas dan daya saing BUMN di kancah global.
"Selama dibayar profesional, mereka juga punya tanggung jawab moral untuk transfer knowledge. Jadi orang lokal bisa belajar dan mengambil alih ketika sudah siap," kata Benny. Ia menilai sistem seperti itu sudah lama diterapkan di PSSI dan terbukti memberi hasil positif dalam jangka panjang.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam Forbes Global CEO Conference 2025 mengungkapkan perubahan regulasi yang memperbolehkan ekspatriat memimpin BUMN. Ia menegaskan, pemerintah sedang mencari talenta terbaik tanpa batas kewarganegaraan demi membawa BUMN ke level kompetisi global.
"Kita ingin BUMN dikelola dengan standar internasional. Kalau ada orang luar yang lebih berpengalaman dan bisa meningkatkan efisiensi, kita buka peluang itu," ujar Prabowo kala itu.
Selain membuka kepemimpinan untuk ekspatriat, Prabowo juga berencana melakukan rasionalisasi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 perusahaan menjadi sekitar 200 agar lebih ramping dan efisien. Langkah ini diharapkan meningkatkan profitabilitas dan daya saing BUMN di kancah global.
Lihat Juga :