Bank Mandiri Sudah Salurkan Dana Pemerintah Rp40,7 Triliun, Sasar Lebih 24.000 Pelaku Usaha

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:22 WIB
loading...
Bank Mandiri Sudah Salurkan...
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat telah menyalurkan dana sebesar Rp40,7 triliun dari penempatan pemerintah. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat telah menyalurkan dana sebesar Rp40,7 triliun dari penempatan pemerintah yang dikelola Kementerian Keuangan hingga Kuartal III-2025, atau setara 74 persen dari total alokasi Rp55 triliun.

Direktur Bank Mandiri Totok Priyambodo mengungkapkan, penyaluran dana tersebut berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan pemerintah di Bank Mandiri sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan ekonomi nasional.

“Dapat kami sampaikan, hingga 30 September 2025, realisasi penyaluran kredit dari dana saldo anggaran lebih Kementerian Keuangan di Bank Mandiri telah mencapai 74 persen dari total penempatan dana sebesar Rp55 triliun,” ujar Totok dalam Paparan Publik Laporan Keuangan Triwulan III 2025 Bank Mandiri, Senin (27/10/2025).

Totok menjelaskan, dana tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 24.000 pelaku usaha yang tersebar di 15 sektor strategis nasional. Ia menegaskan, seluruh proses penyaluran dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan disertai pelaporan yang transparan.

Penempatan dana pemerintah, kata Totok, difokuskan untuk sektor ekonomi yang memiliki multiplier effect tinggi, sejalan dengan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Penyaluran kami fokuskan pada segmen UMKM dan industri padat karya serta sektor strategis lainnya seperti perkebunan dan ketahanan pangan, kemudian hilirisasi sumber daya alam dan energi terbarukan, layanan kesehatan, manufaktur, dan kawasan industri,” jelasnya.

Baca Juga: Soal Kenaikan Gaji PNS 2026, Purbaya: Sekarang Nggak Boleh Ceplas-ceplos

Melalui penyaluran terarah tersebut, Bank Mandiri berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing ekspor, sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja.

Totok menambahkan, kebijakan penempatan dana pemerintah turut memberikan dampak positif bagi struktur keuangan perseroan, terutama dalam menjaga likuiditas dan efisiensi biaya dana (cost of fund).

“Penempatan dana pemerintah ini juga mendukung fungsi intermediasi Bank Mandiri dengan memperkuat struktur likuiditas dan menjaga biaya dana tetap efisien, mengingat sumber pendanaan berasal dari penempatan pemerintah dengan cost of fund yang relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata pasar,” paparnya.

Terkait kemungkinan adanya tambahan penempatan dana, Bank Mandiri menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan guna memastikan kontribusi optimal terhadap perekonomian nasional.

Dari sisi pembiayaan, Bank Mandiri tetap optimistis mampu mencapai pertumbuhan kredit dua digit sesuai target pemerintah. Hingga September 2025, total kredit Bank Mandiri secara bank only telah mencapai Rp1.384 triliun, tumbuh 11,6 persen (yoy).

“Ke depan, kami terus menjaga momentum pertumbuhan kredit Bank Mandiri agar tetap berada di atas rata-rata industri dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang terukur,” tegas Totok.

Baca Juga: Purbaya Jawab Kritik Hasan Nasbi: Saya Perpanjangan Tangan Presiden

Bank Mandiri menyiapkan strategi ekspansi berbasis ekosistem bisnis serta memperkuat pembiayaan di berbagai segmen ekonomi. Perseroan juga terus mengoptimalkan platform digital seperti Livin’ by Mandiri dan Kopra untuk meningkatkan efisiensi penyaluran pembiayaan.

Selain itu, penyaluran kredit akan diarahkan secara selektif ke sektor-sektor prospektif dan tahan banting, antara lain pemerintahan, perkebunan, infrastruktur, energi, serta UMKM, yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Pascaramai Diprotes,...
Pascaramai Diprotes, Menkeu Purbaya Klaim 95,45% Pencairan JHT Bebas Pajak
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Dipercaya 23,3 Juta...
Dipercaya 23,3 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro, PNM Ungkap Pentingnya Integritas
Komitmen Melayani Sepenuh...
Komitmen Melayani Sepenuh Hati, Danantara dan Bank Mandiri Gelar Sosialisasi CX100
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Rekomendasi
Raisa Diduga Jalan Bareng...
Raisa Diduga Jalan Bareng Chef Asal Prancis di Tokyo, Netizen Bahas Finansial sang Pria
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
Per Juli 2024, Pemerintah...
Per Juli 2024, Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp266,3 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved