Kinerja Solid, TBS Energi Perkuat Fondasi Bisnis Hijau
Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
CORA kini diperkuat lebih dari 700 karyawan dan 300 armada operasional, yang melayani pengumpulan, daur ulang, insinerasi, dan pemulihan sumber daya berbasis digital. Dalam lima tahun ke depan, CORA menyiapkan investasi lebih dari S$200 juta untuk memperkuat jaringan pengelolaan limbah, termasuk pembangunan fasilitas recycling yang ditargetkan rampung pada 2026.
Bisnis pengelolaan limbah TBS yang dimulai sejak 2018 kini menunjukkan hasil yang kian menjanjikan, terutama setelah ekspansi ke pasar Singapura. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi TBS untuk menargetkan ekspansi ke negara lain di Asia Tenggara, seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Fokusnya meliputi pengembangan infrastruktur waste-to-energy, recycling, dan kerja sama lintas kebijakan lingkungan.
Di sisi lain, anak usaha Electrum terus memperluas ekosistem transportasi rendah emisi. Hingga September 2025, lebih dari 6.400 motor listrik telah beroperasi dengan dukungan 360 stasiun penukaran baterai (BSS), meningkat 25 persen dibandingkan semester sebelumnya. Layanan BSS kini melayani lebih dari 850 ribu kali penukaran baterai setiap bulan, membantu menekan emisi karbon lebih dari 25 ton COâ‚‚ per hari dan menurunkan biaya operasional mitra pengemudi.
Untuk pilar energi terbarukan, PLTMH Sumber Jaya berkapasitas 6 MW yang beroperasi sejak awal 2025 memberi kontribusi stabil terhadap bauran energi bersih TBS. Sementara proyek PLTS Terapung Tembesi di Batam yang digarap bersama PLN Nusantara Power telah mencapai progres konstruksi signifikan dan ditargetkan beroperasi komersial pada pertengahan 2026.
Melalui tiga pilar utama pengelolaan limbah, kendaraan listrik, dan energi terbarukan TBS melangkah mantap menuju target netral karbon pada 2030, berkomitmen menciptakan pertumbuhan berkelanjutan yang bernilai ekonomi sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat.
Bisnis pengelolaan limbah TBS yang dimulai sejak 2018 kini menunjukkan hasil yang kian menjanjikan, terutama setelah ekspansi ke pasar Singapura. Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi TBS untuk menargetkan ekspansi ke negara lain di Asia Tenggara, seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Fokusnya meliputi pengembangan infrastruktur waste-to-energy, recycling, dan kerja sama lintas kebijakan lingkungan.
Di sisi lain, anak usaha Electrum terus memperluas ekosistem transportasi rendah emisi. Hingga September 2025, lebih dari 6.400 motor listrik telah beroperasi dengan dukungan 360 stasiun penukaran baterai (BSS), meningkat 25 persen dibandingkan semester sebelumnya. Layanan BSS kini melayani lebih dari 850 ribu kali penukaran baterai setiap bulan, membantu menekan emisi karbon lebih dari 25 ton COâ‚‚ per hari dan menurunkan biaya operasional mitra pengemudi.
Untuk pilar energi terbarukan, PLTMH Sumber Jaya berkapasitas 6 MW yang beroperasi sejak awal 2025 memberi kontribusi stabil terhadap bauran energi bersih TBS. Sementara proyek PLTS Terapung Tembesi di Batam yang digarap bersama PLN Nusantara Power telah mencapai progres konstruksi signifikan dan ditargetkan beroperasi komersial pada pertengahan 2026.
Melalui tiga pilar utama pengelolaan limbah, kendaraan listrik, dan energi terbarukan TBS melangkah mantap menuju target netral karbon pada 2030, berkomitmen menciptakan pertumbuhan berkelanjutan yang bernilai ekonomi sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat.
(nng)
Lihat Juga :