Kinerja Solid, TBS Energi Perkuat Fondasi Bisnis Hijau
Selasa, 28 Oktober 2025 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Segmen pengelolaan limbah kini menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 39 persen dari total pendapatan, atau melonjak hingga 1.048 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara lini kendaraan listrik dan energi terbarukan juga mencatat pertumbuhan positif, menegaskan arah bisnis TBS yang semakin hijau.
Kinerja keuangan tahun ini turut dipengaruhi oleh rugi non-tunai (non-kas) yang bersifat satu kali dan tidak berulang, terutama akibat transaksi divestasi PLTU dan biaya akuisisi bisnis hijau. Namun, hasil divestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi kas TBS dan menjadi modal ekspansi ke sektor berkelanjutan.
Tanpa memperhitungkan dampak transaksi non-recurring tersebut dan penurunan harga komoditas batu bara, TBS mencatat keuntungan sekitar usd 1,8 juta dengan Adjusted EBITDA sebesar usd 31,8 juta. Capaian ini mencerminkan efisiensi operasional dan kemajuan signifikan dalam proses transformasi bisnis hijau perseroan.
Hingga akhir kuartal ketiga 2025, posisi kas TBS mencapai usd 89 juta, meningkat dari usd 68 juta di akhir 2024. Peningkatan itu didorong oleh hasil divestasi serta penerbitan instrumen Sukuk Wakalah dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2025. Dengan total utang yang terkendali, struktur keuangan TBS dinilai cukup sehat untuk menopang ekspansi pilar-pilar hijau berikutnya.
Salah satu tonggak penting pada paruh kedua tahun ini adalah peluncuran identitas baru CORA Environment, menggantikan Sembcorp Environment di Singapura. Melalui CORA, TBS memperluas kemampuan pengelolaan limbah berbasis teknologi waste-to-energy di tingkat regional dan mempercepat alih teknologi ke Indonesia.
Baca Juga: TBS Energi Tuntaskan Pembiayaan PLTS Terapung di Batam
Kinerja keuangan tahun ini turut dipengaruhi oleh rugi non-tunai (non-kas) yang bersifat satu kali dan tidak berulang, terutama akibat transaksi divestasi PLTU dan biaya akuisisi bisnis hijau. Namun, hasil divestasi tersebut sekaligus memperkuat posisi kas TBS dan menjadi modal ekspansi ke sektor berkelanjutan.
Tanpa memperhitungkan dampak transaksi non-recurring tersebut dan penurunan harga komoditas batu bara, TBS mencatat keuntungan sekitar usd 1,8 juta dengan Adjusted EBITDA sebesar usd 31,8 juta. Capaian ini mencerminkan efisiensi operasional dan kemajuan signifikan dalam proses transformasi bisnis hijau perseroan.
Hingga akhir kuartal ketiga 2025, posisi kas TBS mencapai usd 89 juta, meningkat dari usd 68 juta di akhir 2024. Peningkatan itu didorong oleh hasil divestasi serta penerbitan instrumen Sukuk Wakalah dan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2025. Dengan total utang yang terkendali, struktur keuangan TBS dinilai cukup sehat untuk menopang ekspansi pilar-pilar hijau berikutnya.
Salah satu tonggak penting pada paruh kedua tahun ini adalah peluncuran identitas baru CORA Environment, menggantikan Sembcorp Environment di Singapura. Melalui CORA, TBS memperluas kemampuan pengelolaan limbah berbasis teknologi waste-to-energy di tingkat regional dan mempercepat alih teknologi ke Indonesia.
Baca Juga: TBS Energi Tuntaskan Pembiayaan PLTS Terapung di Batam
Lihat Juga :