Indonesian BRICS Youth Forum 2025 Perkuat Peran Generasi Muda di Panggung Internasional
Rabu, 29 Oktober 2025 - 20:35 WIB
loading...
Indonesian BRICS Youth Forum 2025 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan inisiatif nyata untuk memperkuat diplomasi kepemudaan dan kolaborasi global. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indonesian BRICS Youth Forum 2025 menjadi wadah dialog strategis antar pemuda dunia untuk memperkuat jejaring global, memperluas wawasan lintas budaya, serta membangun sinergi dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Acara bertema “Empowering Young Leaders for Global Collaboration yang berlangsung di Puri Ratna Ballroom, Grand Sahid Jaya Hotel pada Selasa (28/10l) dihadiri oleh para duta besar, perwakilan lembaga kepemudaan nasional, akademisi, serta delegasi muda dari negara-negara BRICS dan BRICS+.
BRICS sendiri merupakan singkatan dari lima negara berkembang utama di dunia, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kelompok ini berperan penting sebagai kekuatan ekonomi global alternatif yang mendorong kerja sama antarnegara berkembang dalam bidang ekonomi, keuangan, teknologi, dan diplomasi.
Dalam perkembangannya, BRICS melibatkan lebih banyak negara mitra di bawah payung BRICS+, format kolaboratif yang membuka peluang partisipasi bagi negara-negara di luar anggota inti, termasuk Indonesia, untuk bersama-sama memperkuat solidaritas, pertumbuhan inklusif, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Global South.
Baca Juga: Cerita Prabowo Mewarisi Pemikiran Ekonomi Sang Ayah Sumitro Djojohadikusumo
Indonesian BRICS Youth Forum 2025 sendiri digagas Wirausaha Muda Nusantara (WIMNUS), organisasi kepemudaan nasional yang berfokus pada pembinaan mental, wawasan, dan kemandirian generasi muda, telah aktif bekerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta dalam mencetak wirausahawan muda yang berdayasaing tinggi.
Keberhasilan penyelenggaraan forum ini mencerminkan konsistensi WIMNUS dalam menghadirkan program strategis yang menjembatani pemuda Indonesia menuju ekosistem global yang lebih inklusif.
Sebagai inisiator kegiatan, Syafii Efendi selaku Ketua Umum WIMNUS, menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat diplomasi pemuda sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi peningkatan kapasitas, inovasi, dan kewirausahaan lintas negara.
“Indonesian BRICS Youth Forum 2025 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan inisiatif nyata untuk memperkuat diplomasi kepemudaan dan kolaborasi global. Kami ingin mendorong pemuda Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan generasi muda dari negara-negara BRICS, berkontribusi dalam ekonomi kreatif, inovasi sosial, serta pembangunan berkelanjutan,” katq Syafii Efendi.
"Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi konkret terkait kolaborasi lintas bidang, mulai dari edukasi dan teknologi hinggabpengembangan wirausaha dan kepemimpinan strategis," ujar dia lagi.
Baca Juga: Delegasi Youth Dialogue Southeast Asia Youth Energy Forum Kunjungi Desa Energi Berdikari Pertamina
Forum ini juga menjadi titik awal bagi lahirnya program lanjutan seperti pertukaran pemuda, riset kolaboratif, proyek sosial lintas negara, serta forum tahunan BRICS Youth Collaboration.
Dengan terselenggaranya Indonesian BRICS Youth Forum 2025, Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi pemuda, mendorong inovasi lintas negara, dan berkontribusi aktif dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil, kolaboratif, dan berdaya saing global.
BRICS sendiri merupakan singkatan dari lima negara berkembang utama di dunia, yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kelompok ini berperan penting sebagai kekuatan ekonomi global alternatif yang mendorong kerja sama antarnegara berkembang dalam bidang ekonomi, keuangan, teknologi, dan diplomasi.
Dalam perkembangannya, BRICS melibatkan lebih banyak negara mitra di bawah payung BRICS+, format kolaboratif yang membuka peluang partisipasi bagi negara-negara di luar anggota inti, termasuk Indonesia, untuk bersama-sama memperkuat solidaritas, pertumbuhan inklusif, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Global South.
Baca Juga: Cerita Prabowo Mewarisi Pemikiran Ekonomi Sang Ayah Sumitro Djojohadikusumo
Indonesian BRICS Youth Forum 2025 sendiri digagas Wirausaha Muda Nusantara (WIMNUS), organisasi kepemudaan nasional yang berfokus pada pembinaan mental, wawasan, dan kemandirian generasi muda, telah aktif bekerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta dalam mencetak wirausahawan muda yang berdayasaing tinggi.
Keberhasilan penyelenggaraan forum ini mencerminkan konsistensi WIMNUS dalam menghadirkan program strategis yang menjembatani pemuda Indonesia menuju ekosistem global yang lebih inklusif.
Sebagai inisiator kegiatan, Syafii Efendi selaku Ketua Umum WIMNUS, menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat diplomasi pemuda sekaligus membuka ruang kolaborasi bagi peningkatan kapasitas, inovasi, dan kewirausahaan lintas negara.
“Indonesian BRICS Youth Forum 2025 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan inisiatif nyata untuk memperkuat diplomasi kepemudaan dan kolaborasi global. Kami ingin mendorong pemuda Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan generasi muda dari negara-negara BRICS, berkontribusi dalam ekonomi kreatif, inovasi sosial, serta pembangunan berkelanjutan,” katq Syafii Efendi.
"Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi konkret terkait kolaborasi lintas bidang, mulai dari edukasi dan teknologi hinggabpengembangan wirausaha dan kepemimpinan strategis," ujar dia lagi.
Baca Juga: Delegasi Youth Dialogue Southeast Asia Youth Energy Forum Kunjungi Desa Energi Berdikari Pertamina
Forum ini juga menjadi titik awal bagi lahirnya program lanjutan seperti pertukaran pemuda, riset kolaboratif, proyek sosial lintas negara, serta forum tahunan BRICS Youth Collaboration.
Dengan terselenggaranya Indonesian BRICS Youth Forum 2025, Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi pemuda, mendorong inovasi lintas negara, dan berkontribusi aktif dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil, kolaboratif, dan berdaya saing global.
(akr)
Lihat Juga :