59 Negara Blokir Indonesia, Investasi hingga Pekerja Kena Imbasnya

Senin, 14 September 2020 - 14:09 WIB
loading...
59 Negara Blokir Indonesia,...
Pelarangan masuk oleh 59 negara terhadap warga Indonesia dinilai akan berpengaruh pada investasi asing dan migrasi pekerja. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menyusul pelarangan 59 negara terhadap warna negara Indonesia masuk ke negaranya, pelaku usaha yang tergabung dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkhawatirkan pengaruhnya. Investasi asing hingga migrasi tenaga kerja diprediksi akan terganggu.

(Baca Juga: PAN Khawatirkan Dampak Penolakan 59 Negara terhadap WNI)

Wakil Umum Apindo Shinta Kamdhani mengatakan, larangan itu akan berpengaruh pada investasi asing langsung ke Indonesia. Dia mencontohkan, rencana relokasi pabrik ke Indonesia. Hal ini akan terganggu karena investor terpengaruh sentimen negatif, yakni persepsi bahwa kasus Covid-19 yang sangat tinggi di negara ini.

"Ini berpengaruh terhadap pembatasan aktivitas FDI di Indonesia, terutama dari persepsi certainty, baik safety maupun investment opportunity di mata investor luar negeri, terutama yang ingin merelokasi pabriknya atau operasionalnya ke sini," kata Shinta saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (14/9/2020).

(Baca Juga: Indonesia Digembok 59 Negara, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat)

Dia menambahkan, dari sisi tenaga kerja bidang jasa, pelarangan ini juga akan mengganggu proses migrasi. Mobilisasi tenaga kerja dari Indonesia ke luar negeri akan tertekan. Padahal, migrasi tenaga kerja merupakan salah satu langkah untuk mengurangi pengangguran di Indonesia. "Di sisi lain, ini juga akan menekan lebih jauh industri jasa pariwisata, tour and travel, dan juga aviasi," tuturnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas Dorong...
MNC Sekuritas Dorong Investor Mulai Investasi Reksa Dana lewat Promo Bonus Unit Penyertaan 100%
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
UMB Gelar GEN Z SPEAKS:...
UMB Gelar GEN Z SPEAKS: Aware or Controlled?, Hadirkan Pandji hingga Rian Fahardhi
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved