SKK Migas Gandeng Swasta Rancang Strategi Pengamanan Hulu Migas 2025-2030
Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:06 WIB
loading...
Direktur Operasional PT Sinar Prapanca Mayjen TNI (Purn) Ujang Martenis. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggandeng sektor swasta dalam penyusunan Grand Design Pengamanan Hulu Migas 2025–2030. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui sinergi lintas sektor, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Forum tersebut digelar dalam Rapat Kerja Pengamanan Hulu Migas 2025 yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2025 di Hotel Pullman, Bogor, Jawa Barat. Mengusung tema “Transformasi Pengamanan Hulu Migas: Grand Design Pengamanan Hulu Migas Melalui Sinergi Teknologi, Pemberdayaan Masyarakat, Intelijen, dan Sustainability untuk Ketahanan Energi Nasional,” kegiatan ini mempertemukan pemerintah, aparat keamanan, dan perusahaan swasta untuk merumuskan arah kebijakan keamanan energi ke depan.
Baca Juga: Investasi Minim, Kebijakan Migas Belum Menarik bagi Investor
Direktur Operasional PT Sinar Prapanca, Mayjen TNI (Purn) Ujang Martenis, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan sektor migas tidak hanya bertumpu pada sistem dan teknologi, melainkan juga pada keterlibatan aktif masyarakat.
“Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari sistem keamanan berkelanjutan. Ketika masyarakat dilibatkan dan diberdayakan, mereka menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan ketahanan energi nasional,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis (30/10).
Sebagai perusahaan penyedia layanan keamanan nasional, PT Sinar Prapanca menyatakan komitmennya untuk mendukung inisiatif SKK Migas dalam membangun sistem pengamanan hulu migas yang modern dan inklusif. Melalui kolaborasi ini, perusahaan turut berperan dalam memperkuat kapasitas keamanan di wilayah-wilayah operasi migas strategis di Indonesia.
Baca Juga: Benarkah Industri Hulu Migas Indonesia Mendekati Senja Kala?
PT Sinar Prapanca juga menyiapkan strategi pengamanan berbasis teknologi dengan mengintegrasikan sistem CCTV AI Integration, Drone Patrol, serta Command Center System guna meningkatkan efisiensi dan respons keamanan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung prinsip keberlanjutan yang menjadi fokus utama dalam pengamanan hulu migas.
Menatap 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 25–30 persen melalui ekspansi layanan berbasis teknologi dan peningkatan efisiensi operasional. Target tersebut sejalan dengan visi PT Sinar Prapanca untuk menjadi penyedia jasa keamanan terdepan di Indonesia yang menggabungkan profesionalisme personel dengan teknologi modern.
Forum tersebut digelar dalam Rapat Kerja Pengamanan Hulu Migas 2025 yang berlangsung pada 28–29 Oktober 2025 di Hotel Pullman, Bogor, Jawa Barat. Mengusung tema “Transformasi Pengamanan Hulu Migas: Grand Design Pengamanan Hulu Migas Melalui Sinergi Teknologi, Pemberdayaan Masyarakat, Intelijen, dan Sustainability untuk Ketahanan Energi Nasional,” kegiatan ini mempertemukan pemerintah, aparat keamanan, dan perusahaan swasta untuk merumuskan arah kebijakan keamanan energi ke depan.
Baca Juga: Investasi Minim, Kebijakan Migas Belum Menarik bagi Investor
Direktur Operasional PT Sinar Prapanca, Mayjen TNI (Purn) Ujang Martenis, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan sektor migas tidak hanya bertumpu pada sistem dan teknologi, melainkan juga pada keterlibatan aktif masyarakat.
“Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari sistem keamanan berkelanjutan. Ketika masyarakat dilibatkan dan diberdayakan, mereka menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan ketahanan energi nasional,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis (30/10).
Sebagai perusahaan penyedia layanan keamanan nasional, PT Sinar Prapanca menyatakan komitmennya untuk mendukung inisiatif SKK Migas dalam membangun sistem pengamanan hulu migas yang modern dan inklusif. Melalui kolaborasi ini, perusahaan turut berperan dalam memperkuat kapasitas keamanan di wilayah-wilayah operasi migas strategis di Indonesia.
Baca Juga: Benarkah Industri Hulu Migas Indonesia Mendekati Senja Kala?
PT Sinar Prapanca juga menyiapkan strategi pengamanan berbasis teknologi dengan mengintegrasikan sistem CCTV AI Integration, Drone Patrol, serta Command Center System guna meningkatkan efisiensi dan respons keamanan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendukung prinsip keberlanjutan yang menjadi fokus utama dalam pengamanan hulu migas.
Menatap 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 25–30 persen melalui ekspansi layanan berbasis teknologi dan peningkatan efisiensi operasional. Target tersebut sejalan dengan visi PT Sinar Prapanca untuk menjadi penyedia jasa keamanan terdepan di Indonesia yang menggabungkan profesionalisme personel dengan teknologi modern.
(nng)
Lihat Juga :